Jakarta, Rakyatterkini.com – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia aman dan stok energi nasional mencukupi hingga 28 hari. Kondisi ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama mudik Lebaran 2026.
“Secara nasional, pasokan BBM berada jauh di atas batas minimum. Rata-rata ketahanan stok nasional saat ini sekitar 27–28 hari, sementara cadangan minimum yang diatur regulasi hanya 21 hari,” ujar Yuliot saat ditemui di Bandung, Senin.
Mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait efisiensi energi, pemerintah akan melakukan evaluasi penggunaan energi, termasuk pemanfaatan BBM untuk pembangkit listrik dan gas, serta meninjau operasional di berbagai sektor guna meningkatkan efisiensi.
Yuliot menambahkan, pemerintah juga memastikan ketersediaan layanan energi di jalur mudik utama, baik jalan tol maupun akses menuju destinasi wisata. “Antisipasi dilakukan dengan menyiapkan tangki-tangki di beberapa daerah, serta layanan tambahan seperti motoris dan layanan mobile dari Pertamina,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, menyatakan ketersediaan BBM dan LPG telah sesuai dengan ketentuan stok minimum nasional.
Untuk menghadapi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Lebaran, Pertamina telah mengaktifkan satuan tugas (satgas) sejak 9 Maret 2026. Satgas ini berkoordinasi dengan kepolisian, posko nasional Kementerian ESDM, serta antar-terminal distribusi BBM untuk memastikan pasokan dapat saling mendukung jika terjadi kekurangan di suatu wilayah.
“Dalam kondisi apa pun, kami siap merespons agar ketersediaan BBM tetap terjaga. Kami juga menyiapkan layanan tambahan berupa motoris, modular, dan mobil tangki BBM,” pungkas Taufik.(da*)


