Jakarta, Rakyatterkini.com – Satgas Operasi Damai Cartenz menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pasokan senjata api dan amunisi untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah pegunungan Papua.
Kelima tersangka berasal dari delapan orang yang sebelumnya diamankan dalam operasi gabungan bersama Polda Papua di Kota dan Kabupaten Jayapura pada Kamis (12/3/2026).
Dari penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk senjata api rakitan, ratusan butir amunisi, magazin, serta beberapa barang lain yang diduga terkait aktivitas para pelaku.
Brigjen Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara pada 13 Maret 2026. Kelimanya adalah:
SP (38), bertindak sebagai pencari sekaligus pembeli senjata api rakitan dan amunisi.
OB (22) alias Bakuru, penyumbang dana pembelian senjata dan amunisi senilai sekitar Rp122 juta.
YP (35), penyumbang dana amunisi sekitar Rp13 juta.
MKM (39), membantu mengantarkan dan mempertemukan pembeli dengan penjual.
DK (35), bertindak sebagai perantara transaksi senjata dan amunisi.
Sementara tiga orang lainnya yang diamankan masih berstatus saksi karena keterlibatan mereka masih dalam proses pendalaman penyidik.
“Dari hasil penyelidikan sementara, senjata dan amunisi tersebut diduga akan disalurkan kepada KKB yang beroperasi di wilayah Yalimo dan Yahukimo,” jelas Brigjen Faizal, Sabtu (14/3/2026). Menurutnya, senjata ini dimaksudkan untuk memperkuat persenjataan kelompok bersenjata dalam aktivitas mereka di pegunungan Papua.
Pihak kepolisian menyita berbagai barang bukti, antara lain: 1 pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, 5 magazin, beberapa unit telepon genggam, tas, serta dokumen identitas yang diduga terkait dengan aktivitas para pelaku. Semua barang bukti kini diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan jaringan ini menggunakan modus operandi dengan mengutus sejumlah orang dari pegunungan ke Jayapura untuk mencari pihak yang bisa menyediakan senjata dan amunisi. Dana pembelian dikumpulkan secara bersama-sama sebelum senjata dibawa kembali ke wilayah operasi KKB.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menegaskan pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk membongkar jaringan yang lebih luas, termasuk menelusuri sumber senjata dan amunisi ilegal yang masuk ke Papua.
“Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai suplai senjata kepada kelompok kriminal bersenjata,” ujarnya.
Penyidik saat ini masih memburu pihak lain yang diduga sebagai pemasok senjata dalam jaringan tersebut, termasuk satu orang yang sudah teridentifikasi memiliki peran strategis dalam penyediaan senjata dan amunisi ilegal ke wilayah Papua.(da*)


