Notification

×

Iklan

PSSI Evaluasi Keamanan Liga, Larangan Suporter Tamu Jadi Opsi Serius

Sabtu, 07 Maret 2026 | 19:13 WIB Last Updated 2026-03-07T12:26:27Z

Suasana laga Persijap Jepara vs Persis Solo di Super League 2025-2026. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberi indikasi akan kembali menerapkan larangan kehadiran suporter tim tamu pada kompetisi musim mendatang. 

Kebijakan tersebut dipertimbangkan setelah masih terjadinya sejumlah insiden kericuhan antarsuporter sepanjang musim ini.

Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, mengatakan opsi pembatasan suporter tandang sangat mungkin diberlakukan apabila situasi keamanan di pertandingan sepak bola nasional tidak menunjukkan perbaikan.

Salah satu peristiwa terbaru terjadi setelah laga bertajuk Derby Jawa Tengah antara Persijap Jepara dan Persis Solo pada Kamis, 5 Maret 2026. Pertandingan yang berakhir tanpa gol itu diwarnai keributan antarpendukung kedua tim.

Insiden bermula dari saling ejek di tribun Stadion Gelora Bumi Kartini di Jepara, Jawa Tengah. Ketegangan kemudian berlanjut setelah pertandingan usai hingga memicu bentrokan. Laporan yang beredar menyebutkan belasan kendaraan mengalami kerusakan dan tiga orang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.

Arya menilai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa sebagian suporter masih belum mampu menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim kesayangannya, terlebih setelah tragedi besar yang pernah terjadi di sepak bola nasional.

Ia menegaskan federasi tidak akan ragu mengambil langkah tegas jika kondisi serupa terus terulang.

“Jika situasinya terus seperti ini, federasi bisa saja kembali menerapkan larangan suporter tandang musim depan,” ujar Arya kepada media di Jakarta, Sabtu (7/3/2026).

Menurutnya, berbagai aksi perusakan seperti melempar kursi atau merusak fasilitas stadion masih sering terjadi di sejumlah pertandingan, sehingga menjadi perhatian serius bagi federasi.

Arya juga menilai periode menuju akhir kompetisi merupakan fase yang cukup rawan terjadinya kericuhan. Hal ini disebabkan banyak tim sedang berjuang memperebutkan gelar juara maupun berusaha menghindari degradasi.

Situasi tersebut dapat memengaruhi emosi dan psikologi para pendukung di tribun. Karena itu, PSSI bersama operator kompetisi iLeague tengah melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengamanan pertandingan.

Diskusi juga melibatkan pihak keamanan guna memastikan langkah antisipasi yang lebih ketat, terutama pada pertandingan-pertandingan krusial di kompetisi kasta tertinggi maupun liga di bawahnya.

PSSI berharap seluruh pihak, termasuk klub dan suporter, dapat menjaga ketertiban agar kompetisi berjalan aman hingga akhir musim tanpa insiden yang merugikan banyak pihak. (da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update