Jakarta, Rakyatterkini.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji atau memberikan komitmen untuk menyumbangkan USD 1 miliar kepada Board of Peace (BoP), dewan perdamaian yang digagas oleh Presiden Donald Trump.
Dalam wawancara yang dirilis pada Sabtu (21/3), Prabowo menegaskan, “Kita tidak pernah menyatakan siap untuk memberikan iuran sebesar 1 miliar dolar.”
Ia menambahkan, tidak ada janji terkait dukungan finansial Indonesia kepada Amerika Serikat dalam konteks keikutsertaan di BoP. Hal ini terlihat dari ketidakhadiran Indonesia pada pertemuan para pendiri atau founding donors sebelumnya.
“Tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan para pendiri yang masing-masing menyumbang dengan jumlah tertentu. Indonesia tidak hadir di sana, karena sejak awal saya tidak berkomitmen soal dana sama sekali,” ujar Prabowo.
Meski begitu, Presiden menyebut Indonesia siap ambil bagian dalam dewan perdamaian, namun kontribusinya berupa pasukan perdamaian untuk melindungi warga di Gaza, bukan melalui sumbangan uang.
“Kita siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah akan meninjau kemungkinan kontribusi Indonesia jika pembangunan kembali Gaza mulai berjalan setelah tercapainya gencatan senjata. “Jika pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut berkontribusi. Kita punya Baznas, sebelumnya juga telah mendirikan rumah sakit dan memberikan bantuan lainnya di sana,” tambahnya.
Namun, ia menegaskan kembali, Indonesia tidak memiliki komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP. “Tidak ada komitmen sama sekali,” pungkas Presiden.(da*)


