Notification

×

Iklan

Potensi Karhutla Muncul di Luwu Timur Meski Hujan Masih Dominan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 17:45 WIB Last Updated 2026-03-07T12:31:05Z

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Limapuluh Kota.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai muncul di beberapa wilayah, meski bencana hidrometeorologi basah masih mendominasi di berbagai daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan di Jakarta, Sabtu, bahwa ancaman karhutla mulai terlihat di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Kamis (5/3).

Menurut laporan Direktorat Pengendalian Operasi BNPB, kebakaran tersebut telah menghanguskan sekitar lima hektare lahan mineral. Penanganan cepat oleh tim gabungan menjadi penting agar api tidak menyebar ke hutan lindung atau kawasan perkebunan di sekitarnya.

Abdul menambahkan, tim gabungan di lapangan secara intensif melakukan pemadaman dan pengendalian api untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan.

Sementara itu, penurunan curah hujan yang mulai terjadi di beberapa wilayah, seperti Provinsi Riau dan Kalimantan Barat, turut meningkatkan risiko karhutla dengan tingkat ancaman moderat.

BNPB terus memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di semua tingkatan, guna mempercepat penanganan darurat dan memastikan data dampak kejadian di lapangan tetap akurat.

Pemerintah juga menekankan pentingnya langkah pencegahan dini, termasuk pemantauan titik panas serta peningkatan kesiapsiagaan aparat di wilayah rawan kebakaran.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun dan segera melaporkan setiap kemunculan titik api, sekecil apa pun, kepada pihak berwenang untuk mencegah terjadinya bencana asap yang lebih luas.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update