Notification

×

Iklan

PMI Luncurkan Aliansi “United Against Dengue” di Jakarta

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:18 WIB Last Updated 2026-03-20T22:18:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi ancaman kesehatan global, termasuk di Indonesia. Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa jutaan orang masih terinfeksi setiap tahun, dengan angka kematian yang cukup tinggi.

Pada 2024, WHO mencatat sekitar 14,6 juta kasus dengue di seluruh dunia, dengan sekitar 12.000 korban jiwa. 

Angka ini menegaskan bahwa penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti tersebut masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian berkelanjutan.

Di Indonesia, dampaknya juga signifikan. Data BPJS Kesehatan mencatat 1.055.255 kasus rawat inap akibat DBD sepanjang 2024, di luar Kejadian Luar Biasa, dengan estimasi beban ekonomi mencapai hampir Rp3 triliun.

Prof. Dr. dr. Fachmi Idris M.Kes., Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat Palang Merah Indonesia (PMI), menekankan bahwa DBD menjadi ancaman bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pasien yang terinfeksi.

“Inisiatif ini bagian dari komitmen kami mendukung agenda kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyakit menular. Program ini juga selaras dengan strategi nasional pengendalian dengue oleh Kementerian Kesehatan, di mana PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam implementasi di tingkat komunitas,” ujar Prof. Fachmi saat peluncuran United Against Dengue di Jakarta Pusat.

Melalui kerja sama antara sektor publik dan swasta, PMI meluncurkan aliansi United Against Dengue: Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan Dengue dan Ketangguhan Masyarakat. Program ini bertujuan memperkuat upaya pencegahan DBD melalui pendekatan berbasis masyarakat.

Aliansi ini mendorong edukasi kesehatan yang menyasar berbagai komunitas di Indonesia, sekaligus mendukung target pemerintah untuk menurunkan angka kematian akibat dengue hingga nol pada 2030.

Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pencegahan penyakit yang terjadi sepanjang tahun di Indonesia.

“Kolaborasi ini memperkuat aksi di tingkat komunitas untuk menghadapi ancaman DBD/dengue yang ada sepanjang tahun di Indonesia,” kata Andreas.

Program United Against Dengue fokus pada kesiapsiagaan, pencegahan, dan intervensi berbasis masyarakat melalui strategi multisektor, bukti ilmiah, keterlibatan komunitas, dan inovasi untuk menekan penularan serta tingkat keparahan penyakit.

Lebih luas, inisiatif ini merupakan bagian dari kolaborasi regional jangka panjang di Asia-Pasifik. Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan masyarakat, mendorong advokasi kebijakan, dan memberikan dukungan langsung kepada komunitas dalam menghadapi dengue. PMI menegaskan bahwa kolaborasi ini juga mendukung target WHO dan ASEAN untuk mengeliminasi kematian akibat dengue yang dapat dicegah pada 2030.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update