Padang, Rakyatterkini.com – Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso, melakukan kunjungan kerja ke PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat untuk memantau kesiapan pasokan listrik menjelang Bulan Suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri 1447 H.
Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur kelistrikan, sistem operasional, dan sumber daya manusia agar pasokan listrik tetap andal selama periode siaga Ramadan dan Idul Fitri.
Selain meninjau kesiapan operasional, Adi Lumakso juga berdialog dengan seluruh pegawai PT PLN UID Sumatera Barat dan PLN Group di Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, dengan sebagian pegawai hadir langsung di Aula PLN UID Sumbar dan sebagian lainnya mengikuti secara daring dari unit kerja masing-masing.
Dalam arahannya, Adi menekankan pentingnya keandalan pasokan listrik untuk mendukung masyarakat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman. “Kesiapan operasional harus dipastikan sejak dini, mulai dari jaringan, sistem pengamanan, hingga personel lapangan agar listrik tetap andal selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran manajemen PLN, termasuk EVP MRE dan EVP MRS, yang memberikan berbagai insight terkait kesiapsiagaan operasional dan penguatan pengelolaan risiko untuk menjaga keandalan layanan kelistrikan.
Sementara itu, General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, menyampaikan bahwa PLN dan seluruh PLN Group di Sumatera Barat telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga sistem kelistrikan tetap aman dan andal selama masa siaga. “Persiapan kami mencakup pengecekan infrastruktur, pemeliharaan jaringan, serta penempatan personel siaga yang bertugas selama Ramadan dan Idul Fitri. Kami berkomitmen memberikan layanan kelistrikan yang andal agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan merayakan Idul Fitri dengan nyaman,” jelasnya.
Kunjungan kerja ini sekaligus menegaskan komitmen PLN untuk menghadirkan listrik yang andal, khususnya pada momentum penting Ramadan dan Idul Fitri, sehingga aktivitas ibadah dan kebersamaan masyarakat dapat berlangsung aman dan tenang.(da*)


