Notification

×

Iklan

Platform Cashback Gaet 5 Juta Pengguna di Indonesia

Sabtu, 21 Maret 2026 | 07:57 WIB Last Updated 2026-03-21T00:57:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Tren belanja digital yang terus meningkat mendorong pertumbuhan penggunaan aplikasi cashback di Indonesia. Dalam satu tahun terakhir, sebuah platform cashback melaporkan telah memberikan manfaat cashback kepada lebih dari 5 juta pengguna terdaftar di Tanah Air.

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap cara berbelanja yang lebih hemat dan efisien, seiring pergeseran perilaku konsumen yang semakin digital dan berorientasi pada nilai.

Chief Commercial Officer platform tersebut, Jennifer Tiffany Muliyanto, menjelaskan bahwa sistem cashback yang diterapkan bertujuan memberikan keuntungan tambahan bagi konsumen saat berbelanja secara online.

“Dalam setahun terakhir, kami telah menyalurkan cashback sekaligus membantu jutaan konsumen Indonesia berhemat dan berbelanja lebih cerdas,” ujar Jennifer dalam keterangan resmi.

Melalui skema ini, platform cashback menghubungkan berbagai layanan e-commerce dengan konsumen, sehingga setiap transaksi online dapat memberikan cashback. Beberapa platform e-commerce besar yang terintegrasi antara lain Shopee, TikTok Shop, dan Traveloka.

Pertumbuhan Pengguna yang Pesat

Sejak resmi beroperasi di Indonesia pada awal 2025, platform ini mencatat lonjakan pengguna yang signifikan. Jumlah pengguna dilaporkan meningkat hingga 250 persen secara month-on-month, dengan sekitar 300 ribu pengguna aktif bulanan (Monthly Active Users/MAU).

Model bisnis cashback ini juga menjadi strategi untuk membangun ekosistem loyalitas berbasis data. Pendekatan tersebut membantu merchant memahami perilaku konsumen sekaligus meningkatkan efektivitas promosi digital. Selain memberikan keuntungan finansial bagi konsumen, skema cashback diyakini mampu meningkatkan retensi pelanggan melalui program promosi yang lebih terukur.

Tidak hanya fokus di Indonesia, perusahaan juga mulai memperluas layanan ke kawasan Asia Tenggara. Dalam satu tahun operasionalnya, platform ini telah memulai ekspansi ke Malaysia.

Jennifer menjelaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem loyalitas digital secara regional.

“Selain Malaysia, kami berencana memperluas layanan ke negara-negara ASEAN lain karena kawasan ini memiliki potensi konsumen digital yang besar dengan pertumbuhan pasar yang cepat,” ujarnya.

Dengan penetrasi internet yang semakin tinggi dan meningkatnya kelas menengah aktif berbelanja online, kawasan Asia Tenggara menjadi pasar potensial bagi pengembangan layanan cashback digital, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital di wilayah ini.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update