Jakarta, Rakyatterkini.com – Kepala Operasional Piala Dunia 2026, Heimo Schirgi, menegaskan bahwa turnamen sepak bola terbesar di dunia ini kemungkinan besar tetap akan berlangsung sesuai jadwal, meski ketegangan geopolitik global meningkat akibat konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
“Kami menangani situasi ini secara harian dan akan menemukan solusi tepat waktunya. Piala Dunia akan tetap digelar. Turnamen ini terlalu besar untuk ditunda, dan kami berharap semua negara yang telah lolos kualifikasi bisa ikut berpartisipasi,” ujar Schirgi, Selasa, dikutip dari AP News.
Schirgi menambahkan, penyelenggara terus memantau situasi global melalui kerja sama dengan mitra federal dan lembaga internasional untuk menilai kondisi terkini. Hingga saat ini, belum ada alasan yang cukup kuat untuk menunda turnamen empat tahunan tersebut.
FIFA juga masih berkomunikasi dengan Federasi Sepak Bola Iran guna memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan situasi di kawasan tersebut.
“Kalau saya punya bola kristal, tentu saya bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Namun kondisi saat ini masih sangat dinamis,” kata Schirgi. Meskipun demikian, ia tidak merinci hasil pembicaraan dengan federasi Iran dan berharap semua negara yang lolos ke putaran final, termasuk Iran, dapat ambil bagian tanpa hambatan.
Menurut Schirgi, di tengah ketegangan global, Piala Dunia justru bisa menjadi momen untuk menyatukan berbagai bangsa. “Dalam situasi dunia saat ini, turnamen ini merupakan kesempatan besar untuk menyatukan semua orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, Piala Dunia selalu memiliki daya tarik global yang mampu mempertemukan beragam negara dan budaya, seperti yang terlihat pada edisi sebelumnya di Qatar dan Rusia. “Bagi mereka yang belum pernah menyaksikan Piala Dunia, ini benar-benar momen global yang menyatukan seluruh peserta,” jelasnya.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang diikuti 48 negara dari enam konfederasi, dan untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.(da*)


