Notification

×

Iklan

KAI Bangun 5.484 Rusun TOD di Empat Kota

Rabu, 18 Maret 2026 | 02:10 WIB Last Updated 2026-03-17T20:52:33Z

Dirut PT KAI Bobby Rasyidin melihat rencana pembangunan rusun tempel.

Jakarta, Rakyatterkini.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai merealisasikan pembangunan rumah susun berbasis Transit Oriented Development (TOD) di empat kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Secara keseluruhan, proyek ini akan menghadirkan 5.484 unit hunian yang terhubung langsung dengan kawasan stasiun. Rinciannya meliputi 2.200 unit di Stasiun Manggarai, Jakarta; 753 unit di Stasiun Kiaracondong, Bandung; 1.042 unit di area sekitar RSUP Dr. Kariadi, Semarang; serta 1.489 unit di Stasiun Gubeng, Surabaya.

Peletakan batu pertama untuk pembangunan 2.200 unit rusun TOD di Stasiun Manggarai telah dilakukan pada Senin (16/3). Proyek ini ditargetkan rampung pada awal 2027.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa selain Manggarai, pengembangan juga akan dilakukan di tiga lokasi lainnya. Di Bandung, proyek akan dibangun di atas lahan seluas 7.600 meter persegi dengan total 753 unit yang terbagi dalam dua menara. 

Sementara di Semarang, pembangunan dilakukan di lahan sekitar 1,2 hektare dengan total 1.042 unit dalam dua tower setinggi 42 lantai. Adapun di Surabaya, tepatnya di kawasan Stasiun Gubeng, akan dibangun 1.489 unit hunian dalam dua tower setinggi 52 lantai di atas lahan seluas 1,2 hektare.

Proyek rusun ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk membangun tiga juta rumah, yang bertujuan menyediakan hunian layak dengan harga terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Bobby juga mengungkapkan bahwa KAI memiliki aset lahan sekitar 320 juta meter persegi yang tersebar di seluruh Indonesia. Lahan tersebut dinilai sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan berbasis TOD yang mendukung konektivitas transportasi sekaligus memperluas akses tempat tinggal.

Khusus di wilayah Jabodetabek, lahan milik KAI diperkirakan mampu menampung pembangunan hingga 131 ribu unit rusun TOD. Keberadaan hunian yang dekat dengan transportasi publik diharapkan dapat membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Melalui pengembangan kawasan berbasis stasiun ini, KAI berupaya menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih terintegrasi, dengan hunian yang terhubung langsung dengan transportasi publik, pemanfaatan lahan yang optimal, serta kemudahan mobilitas bagi masyarakat urban.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update