Padang Aro, Rakyatterkini.com – Warga Nagari Kapau Alam Pauh Duo kini kembali dapat beraktivitas dengan lebih mudah setelah Jembatan Simpang Batuang yang rusak akibat banjir bandang pada 27 November 2025 lalu, akhirnya diperbaiki.
Sebelumnya, masyarakat harus menempuh jalur memutar yang lebih jauh dan kondisi jalan yang rusak berat.
Melda Roza, 43 tahun, warga Jorong Taratak Baru, mengaku kesulitan saat jembatan putus. Anak-anak sekolah pun terpaksa melewati jembatan darurat yang terbuat dari pohon kelapa.
“Sejak jembatan ini rusak, kami harus jalan memutar. Anak-anak yang sekolah ke Batu Bajarang terpaksa menyeberang jembatan darurat. Kami sangat bersyukur jembatan akhirnya kembali tersambung,” ungkap Melda, Senin (9/3/2026).
Jembatan ini menghubungkan Nagari Kapau Alam Pauh Duo dan Luak Kapau Alam Pauh Duo, sangat vital bagi masyarakat untuk bekerja, ke ladang, maupun aktivitas pendidikan.
Perbaikan jembatan dilakukan melalui program Jembatan Garuda atas instruksi pemerintah pusat, dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat. Pembangunan dimulai pada 6 Januari 2026 dan rampung sepenuhnya pada 8 Maret 2026, menjadi salah satu dari 200 jembatan yang dibangun dalam program tersebut.
Proyek ini melibatkan 15 personel dari Kodim 0309/Solok dan 21 anggota Batalyon TP896 yang berkedudukan di Sarolangun, wilayah Kodam XX Tuanku Imam Bonjol.
Peresmian jembatan dilakukan secara daring oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serentak di 200 lokasi. Di Solok Selatan, peresmian diwakili oleh Wakil Bupati H. Yulian Efi, didampingi Dandim 0309/Solok Letkol Inf Sugeng Riadi, Kapolres Solok Selatan AKBP M. Faisal Perdana, dan Kepala Kejaksaan Negeri Dahnir.
Dalam sambutannya, Yulian menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan TNI yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dengan jembatan ini, akses masyarakat menjadi lebih mudah dan aman. Anak-anak dapat bersekolah dengan lancar, hasil pertanian dapat dibawa lebih cepat, dan aktivitas ekonomi pun berjalan baik,” ujar Yulian.
Jembatan Simpang Batuang bukan sekadar penghubung antara dua sisi sungai, tetapi juga penggerak kehidupan masyarakat, pendidikan, ekonomi, dan mobilitas sosial di wilayah tersebut.(Alwis)


