Notification

×

Iklan

Indonesia Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras Premium ke Arab Saudi

Rabu, 18 Maret 2026 | 18:55 WIB Last Updated 2026-03-18T12:53:07Z

Bulog Ekspor 2.280 Ton Beras Premium ke Arab Saudi Dukung Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah

Jakarta, Rakyatterkini.com — Pemerintah Indonesia melakukan ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras premium ke Arab Saudi. Pengiriman ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Langkah ini selain membuka peluang pasar ekspor baru, juga bertujuan agar jemaah dapat menikmati makanan yang sesuai selera Indonesia selama menjalankan ibadah.

Ekspor beras ini difasilitasi oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai penyedia utama. Produk yang dikirim berasal dari hasil panen petani lokal yang diproses menggunakan teknologi modern melalui Rice Milling Unit (RMU), sehingga sesuai standar kualitas internasional.

Pemerintah menegaskan, beras yang diekspor berasal dari gabah segar produksi dalam negeri. Seluruh proses pengolahan diawasi ketat untuk menjamin kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan hingga sampai ke konsumen di luar negeri.

Berdasarkan keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah, beras yang diekspor telah melewati berbagai pengujian, termasuk pengendalian kadar air, pengiriman bertingkat untuk menjaga mutu, serta pengurangan pecahan beras agar tetap sesuai standar premium.

Selain itu, beras tersebut sudah memiliki sertifikat halal dan memenuhi regulasi ekspor internasional, sehingga memiliki daya saing di pasar global.

Pemerintah menilai ekspor beras premium ini sebagai strategi penting bagi sektor pertanian nasional. Selain membuka pasar baru, kebijakan ini juga diharapkan meningkatkan nilai tambah bagi petani dan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen beras berkualitas.

Penyediaan beras dengan tekstur pulen dan rasa yang sesuai preferensi masyarakat Indonesia dianggap krusial untuk menunjang kenyamanan jemaah haji dan umrah. Selama ini, banyak jemaah yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan makanan di luar negeri. Dengan adanya pasokan beras dari Indonesia, mereka diharapkan dapat menikmati hidangan lebih sesuai dengan kebiasaan mereka.

Selain mendukung kebutuhan gizi, kebijakan ini juga diyakini dapat menjaga kondisi fisik dan kenyamanan jemaah selama rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Pemerintah optimistis bahwa ekspor beras premium ini tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi melalui perluasan pasar, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta membantu menjaga stabilitas stok dan harga beras di dalam negeri.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update