Notification

×

Iklan

Groundbreaking Sabo Dam Marapi Dimulai di Tanah Datar

Kamis, 05 Maret 2026 | 00:47 WIB Last Updated 2026-03-04T19:50:40Z

Andre Rosiade bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) melakukan groundbreaking 

Batusangkar, Rakyatterkini.com – Groundbreaking pembangunan Sabo Dam di kawasan Gunung Marapi, Nagari Kampung Jambu, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dilakukan pada Selasa (3/3/2026) oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo.

Proyek ini bertujuan sebagai langkah antisipatif untuk mengurangi risiko korban jiwa akibat erupsi dan banjir lahar dingin.

Acara simbolis tersebut ditandai dengan penekanan sirene dan dihadiri Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati M. Fadly, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yundra, Plh Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Dwi Purwantoro, serta sejumlah kepala balai Kementerian PU se-Sumbar.

Andre Rosiade menegaskan bahwa proyek ini lebih dari sekadar pembangunan fisik. “Sabo Dam adalah benteng keselamatan bagi ribuan warga di kaki Gunung Marapi. Bangunan ini memastikan mereka tidak lagi dihantui ketakutan saat hujan deras,” ujar Andre. 

Ia menambahkan, perjuangan menghadirkan proyek ini melalui proses panjang, mulai dari rapat di Jakarta, pembahasan anggaran, hingga kunjungan lapangan, untuk memastikan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas.

Andre juga menekankan bahwa pembangunan ini mencerminkan komitmen pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam menghadirkan infrastruktur yang menyentuh langsung keselamatan rakyat. 

Tidak hanya membangun lima unit awal, ia menyatakan akan mengawal pembangunan tambahan sekitar 13 Sabo Dam pada 2025 di berbagai aliran sungai berisiko, termasuk Batang Malalo. “DPR RI akan terus memastikan seluruh sungai berisiko memiliki Sabo Dam yang memadai demi keamanan masyarakat Tanah Datar,” kata Andre.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, fungsi utama Sabo Dam adalah menahan dan mengendalikan aliran material vulkanik dari Gunung Marapi agar tidak menerjang permukiman atau infrastruktur publik. Struktur ini dirancang untuk memperlambat dan menampung batu, pasir, serta lumpur saat hujan deras. “Proyek ini langkah awal yang krusial untuk meminimalkan dampak bencana,” ujarnya.

Dody juga menekankan pentingnya kualitas dan ketepatan waktu pelaksanaan. “Ini bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi upaya nyata melindungi nyawa dan masa depan masyarakat Tanah Datar,” tuturnya.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan lima Sabo Dam, sekaligus menekankan perlunya tambahan titik di aliran sungai rawan. “Kami mengusulkan 13 titik tambahan demi keamanan masyarakat. Dukungan pemerintah pusat sangat kami harapkan agar seluruh wilayah rawan terlindungi,” jelas Eka.

Senada, Anggota DPR RI Zigo Rolanda menegaskan, DPR RI akan terus mengawal anggaran dan memastikan mitigasi bencana dilakukan maksimal. “Semua sungai berisiko harus memiliki Sabo Dam yang memadai. Tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya.

Dengan dimulainya pembangunan ini, pemerintah pusat, daerah, dan legislatif menunjukkan sinergi nyata dalam melindungi masyarakat dari ancaman banjir lahar dingin Gunung Marapi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update