Notification

×

Iklan

Ground Breaking Sabo Dam di Sungai Jambu, Tanah Datar, Rp249,8 Miliar Digelontorkan Atasi Ancaman Banjir

Selasa, 03 Maret 2026 | 20:00 WIB Last Updated 2026-03-03T13:00:00Z

Alat berat dikerahkan untuk pembangunan Sabo DAM di Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Tanah Datar.

Tanah Datar, Rakyatterkini.com – Upaya melindungi masyarakat dari ancaman banjir, pemerintah pusat memulai pembangunan Sabo Dam di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (3/3/2026).

Pembangunan ditandai dengan ground breaking oleh Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo.

Proyek strategis ini digarap Kontraktor Subur Berkah KSO dengan total anggaran Rp249,8 miliar dan direncanakan berlangsung selama 739 hari kerja atau terbagi dalam tiga tahun pelaksanaan.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dimulainya pembangunan tersebut. Ia menyebut, dari 40 usulan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, enam unit Sabo Dam akhirnya disetujui pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, hari ini seremonial pembangunan sudah dimulai. Atas nama masyarakat, kami berterima kasih kepada Presiden RI melalui Kementerian PU yang dipimpin Pak Menteri Dody Hanggodo, serta dukungan Wakil Ketua Komisi IV Andre Rosiade dan anggota DPR RI Komisi V Zigo Rolanda,” ujarnya.

Eka Putra menegaskan, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah penting dalam meminimalkan risiko bencana yang selama ini mengintai wilayah yang berhulu ke Gunung Marapi.

Bupati juga meminta seluruh OPD, camat, wali nagari, dan masyarakat untuk mengawal pelaksanaan proyek agar berjalan tepat waktu dan sesuai rencana. Dukungan, terutama dalam hal pembebasan lahan, dinilai sangat krusial.

Selain itu, Pemkab Tanah Datar kembali mengusulkan pembangunan Sabo Dam tambahan di sejumlah titik terdampak bencana 2025 lalu, seperti di Batang Malalo, Batang Baiang, Batang Muaro Ampuh, Batang Muaro Samuik, hingga Batang Timbulun.

Tak hanya soal pengendalian banjir, Eka Putra juga berharap perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap perbaikan ruas jalan provinsi dan nasional yang rusak di wilayah Tanah Datar.

Sementara itu, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan ground breaking ini adalah bentuk konkret kehadiran negara dalam mengurangi risiko bencana.

“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi tindak lanjut tanggung jawab negara. Sesuai arahan Presiden, Kementerian PU membangun Sabo Dam untuk mengurangi risiko banjir dan sedimen secara terukur,” tegasnya.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan akan dibangun 56 unit Sabo Dam di Sumatera Barat yang berhulu ke Gunung Marapi dan tersebar di dua daerah, yakni Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam

Pada tahap awal, dibangun delapan unit Sabo Dam dan satu unit Series River Training Works dengan kapasitas tampung sedimen diperkirakan mencapai 440 meter kubik.

Menurutnya, selain berfungsi sebagai pengendali banjir dan sedimen, Sabo Dam juga berpotensi memberi dampak positif bagi perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat.

“Karena itu, kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar dan memberi manfaat jangka panjang,” pungkasnya. (farid)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update