Padang, Rakyatterkini.com — Upaya meningkatkan partisipasi generasi muda dalam ibadah haji terus diperkuat. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) menggelar program edukasi interaktif BPKH Insight bertema “Muda Naik Haji” di Convention Hall Unand, Selasa (3/3/2026).
Acara ini menghadirkan Anggota Badan Pelaksana BPKH RI Harry Alexander, Rektor Unand Dr. Efa Yonnedi, Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Hafid Dauli, serta sejumlah tokoh muda dan influencer.
Harry Alexander menyoroti pandangan umum yang masih mengaitkan ibadah haji dengan usia lanjut. Padahal, menurutnya, haji adalah ibadah fisik yang memerlukan kondisi kesehatan dan kemampuan finansial, yang justru ideal dimiliki pada usia produktif.
“Banyak yang beranggapan haji itu untuk orang tua atau pensiunan. Padahal, untuk menunaikan haji diperlukan istithah, yaitu kesiapan fisik dan finansial, yang biasanya ada pada usia produktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, DPR bersama pemerintah dan BPKH telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sekitar Rp87 juta. Dari jumlah itu, 68 persen atau sekitar Rp54 juta dibayarkan langsung oleh jemaah, sementara 32 persen sisanya—sekitar Rp34 juta—disubsidi dari hasil investasi BPKH.
Tahun ini, BPKH menyalurkan nilai manfaat investasi sebesar Rp12,1 triliun, dengan rincian Rp8 triliun untuk jemaah yang berangkat dan Rp4,4 triliun untuk jemaah yang masih menunggu melalui rekening virtual.
Untuk mendorong generasi muda menabung haji, BPKH juga menyoroti pola konsumsi Generasi Z yang cenderung mengutamakan gaya hidup. Harry mencontohkan, dengan pengelolaan keuangan sederhana, target awal setoran haji bisa lebih cepat tercapai.
“Cukup dengan menahan diri dari satu kali membeli kopi setiap hari, dalam dua tahun bisa terkumpul sekitar Rp25 juta,” ujarnya.
Melalui kegiatan di kampus, BPKH berharap mahasiswa dapat menjadi agen literasi keuangan haji di lingkungan mereka. Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan berbagai insentif, antara lain tabungan haji untuk 100 pendaftar pertama, sertifikat elektronik, kuis interaktif, buka puasa bersama, serta undian hadiah utama berupa tabungan haji senilai Rp5 juta.(da*)


