![]() |
| Masjid Huda Lil Muttaqin di Pekonina, Solok Selatan. |
Solok Selatan, Rakyatterkini.com - Menjadi tradisi yang mengakar, semangat kebersamaan warga Pekonina kembali terlihat nyata pada momen Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam waktu singkat, hanya sekitar 12 menit—dana sebesar Rp15 juta berhasil terkumpul melalui kegiatan badoncek untuk pembangunan Masjid Huda Lil Muttaqin yang baru.
Masjid yang akan dibangun dengan ukuran 13 x 14 meter itu menjadi harapan bersama masyarakat. Antusiasme warga tak terbendung. Setiap tangan terulur, setiap hati tergerak, menunjukkan kuatnya solidaritas dan kepedulian terhadap rumah ibadah di kampung halaman.
Tradisi badoncek sendiri memang bukan hal baru bagi masyarakat Pekonina. Setiap Lebaran, kegiatan ini selalu menjadi momen penting untuk menggalang dana pembangunan dan kegiatan sosial. Kepercayaan dan kekompakan warga menjadikan pengumpulan dana berlangsung cepat dan penuh semangat.
Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Miyanto, mantan jorong Pekonina, yang dikenal piawai membangkitkan partisipasi warga. Dengan gaya khasnya, ia mampu menggerakkan jamaah untuk berkontribusi tanpa ragu.
Tak hanya itu, peran pengurus masjid juga menjadi kunci. Suhadi, yang telah dipercaya selama 13 tahun mengelola Masjid Huda Lil Muttaqin, terus menjaga amanah masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Di bawah kepengurusannya, berbagai kegiatan keagamaan berjalan konsisten dan semakin menguatkan ikatan sosial warga.
Pada hari yang sama, ratusan jamaah memadati Masjid Huda Lil Muttaqin untuk melaksanakan Salat Idulfitri. Suasana khidmat terasa sejak pagi, menjadi penanda kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah Ramadan.
Dalam ceramahnya, Ustaz A. Wahyu mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi ibadah usai Ramadan. Ia mengibaratkan manusia dengan seekor ayam yang tetap mengenali kandangnya meski hanya dikurung selama sepekan.
“Kalau ayam saja tahu kembali ke kandangnya, apalagi manusia. Selama sebulan kita rutin tarawih di masjid, jangan sampai setelah Ramadan kita justru menjauh,” pesannya, yang disambut anggukan jamaah.
Momen Idulfitri di Pekonina tahun ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat—membangun bukan hanya masjid, tetapi juga kebersamaan. (alwis)


