Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menilai pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 berjalan lebih tertata dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menyebut kondisi ini dipengaruhi oleh kerja sama lintas sektor serta penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang membantu menyebarkan waktu perjalanan masyarakat.
Ia menjelaskan, koordinasi antara pemerintah, pengelola jalan tol, dan pihak kepolisian berperan penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas selama periode Lebaran. Menurutnya, kesiapan infrastruktur, pengaturan arus kendaraan, hingga fleksibilitas kerja melalui WFA membuat pergerakan pemudik tidak menumpuk di waktu tertentu.
Performa lalu lintas saat arus balik juga menunjukkan peningkatan. Rata-rata kecepatan kendaraan naik sekitar 4 persen menjadi 83,68 km per jam. Sementara itu, durasi perjalanan dari Semarang menuju Jakarta berkurang sekitar 3,8 persen, menjadi sekitar 5 jam 12 menit.
Meski demikian, pemerintah masih mengantisipasi potensi kepadatan di sejumlah titik, terutama di rest area ruas Tol Jakarta–Cikampek. Dody menilai perlu adanya pembenahan pada rest area KM 57 dan KM 62 agar akses keluar-masuk kendaraan lebih lancar dan tidak menimbulkan antrean hingga ke jalan utama.
Ia menambahkan, setelah masa arus balik selesai, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk menata ulang desain dan akses rest area agar lebih optimal ke depannya.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum juga menegaskan pentingnya menjaga kondisi jalan tol tetap prima selama musim mudik dan balik. Perbaikan kerusakan seperti jalan berlubang diminta dilakukan secepat mungkin, maksimal dalam waktu 24 jam, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.(da*)


