Notification

×

Iklan

32 Anak Ikuti Pawai Khatam Al-Qur’an di Nagari Salo

Selasa, 24 Maret 2026 | 06:45 WIB Last Updated 2026-03-23T23:45:00Z

Bupati Agam, Benni Warlis, secara resmi membuka pawai khatam Al-Qur’an ke-XXVI

Baso, Rakyatterkini.com– Bupati Agam, Benni Warlis, secara resmi membuka pawai khatam Al-Qur’an ke-XXVI di Masjid Muslimin, Kampuang Tangah, Jorong Tigo Kampuang, Nagari Salo, Kecamatan Baso, pada Senin (23/3).

Kegiatan pawai khatam Al-Qur’an ini menjadi momen spesial bagi warga, sekaligus turut menyemarakkan perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Acara ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak yang telah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi antara warga kampung dan perantau.

Wali Nagari Salo, Imrizal Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang terus dijaga dan dilestarikan masyarakat setempat.

“Pawai khatam Al-Qur’an bukan sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ikatan kekeluargaan. Setiap tahunnya, lokasi penyelenggaraan bergiliran di surau dan masjid yang ada di Nagari Salo. Tahun ini, Masjid Muslimin mendapat kehormatan menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Jumlah peserta khatam Al-Qur’an pada tahun ini tercatat 32 orang, terdiri dari anak-anak perantau maupun yang berdomisili di kampung. Rinciannya, 13 laki-laki dan 17 perempuan.

Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada anak-anak yang telah menamatkan bacaan Al-Qur’an, serta kepada orang tua dan keluarga yang mendampingi mereka.

“Pawai khatam ini menjadi tanda bahwa anak-anak kita telah menuntaskan tahap penting dalam pembelajaran Al-Qur’an. Ini menjadi fondasi awal dalam membangun keimanan yang kokoh,” ujarnya.

Bupati mengajak para perantau untuk tetap aktif berpartisipasi dalam kegiatan kampung, khususnya saat perayaan Idul Fitri.

“Momentum seperti ini sangat berharga dan unik. Mari kita jaga kebersamaan serta terus memberikan kontribusi bagi kampung halaman,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa khatam Al-Qur’an bukanlah titik akhir, melainkan langkah awal untuk memperdalam pemahaman Al-Qur’an—mulai dari membaca, menghafal, mentadabburi, hingga mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, generasi muda ini tumbuh menjadi generasi unggul, cerdas, beriman, dan memiliki nilai ‘tahu raso dan pareso’, sehingga mampu menjadi generasi emas di masa depan,” tutupnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update