Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kota Padang mendorong peningkatan kualitas pendidikan keagamaan untuk mencapai standar unggul.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hadir langsung dalam kegiatan Asesmen Lapangan Program Studi S-1 Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Tinggi Agama Islam Pengembangan Ilmu Al-Qur’an (STAI-PIQ) Sumatera Barat, Jumat (20/2/2026), bertempat di Aula Kampus STAI-PIQ Sumbar.
Kegiatan ini menjadi tolok ukur penting dalam penjaminan mutu akademik. Kehadiran pimpinan daerah menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mencetak generasi yang unggul secara intelektual maupun spiritual.
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi STAI-PIQ Sumatera Barat dalam meningkatkan mutu pendidikan agama. Ia menegaskan, upaya progresif kampus sejalan dengan visi dan prioritas Pemko Padang.
“Kami berharap melalui asesmen ini, Program Studi S-1 Pendidikan Agama Islam STAI-PIQ Sumbar dapat meraih akreditasi unggul, yang tentunya akan semakin memperkuat kualitas pendidikan di Kota Padang,” ujar Maigus Nasir, yang juga menjabat Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Padang.
Ketua STAI-PIQ Sumatera Barat, Linda Suanti, menuturkan perkembangan positif institusi yang dipimpinnya. Saat ini, kampus tersebut membina 1.124 mahasiswa aktif di tiga program studi, yakni S-1 Pendidikan Agama Islam, S-1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, serta S-2 Pendidikan Agama Islam.
Linda menambahkan bahwa akreditasi Program Studi S-1 PAI saat ini sudah berada pada kategori “Baik Sekali”, namun pihak kampus terus berupaya meningkatkan mutu untuk mencapai pencapaian yang lebih tinggi.
“Dengan dilakukannya proses reakreditasi ini, kami berharap akreditasi Program Studi PAI dapat naik, sehingga kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan semakin terjamin,” ujarnya optimis di hadapan para asesor dan tamu undangan.
Proses asesmen lapangan ini diawasi ketat oleh tim asesor ahli di bidang pendidikan Islam, yang terdiri dari Prof. Fajri Ismail dan Prof. Suyadi. Evaluasi komprehensif ini bukan hanya sekadar memenuhi standar administratif, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi, memastikan proses akademik lebih adaptif, inovatif, dan mampu meningkatkan daya saing lulusan di masyarakat maupun dunia kerja.(da*)


