Notification

×

Iklan

Wagub Sumbar Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat Lewat Safari Ramadan

Rabu, 25 Februari 2026 | 13:34 WIB Last Updated 2026-02-25T06:34:00Z

Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy

Bukittinggi, Rakyatterkini.com – Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. 

Hal ini terlihat saat Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, mengunjungi Masjid Al Ishlah di Bukit Apik Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, Senin (23/2/2026).

Dalam sambutannya, Wagub Vasko memperkenalkan para pejabat pimpinan tinggi pratama Pemprov Sumbar yang tergabung dalam Tim Safari Ramadan Wakil Gubernur 1447 H/2026 M kepada jamaah masjid. Ia menekankan pentingnya masyarakat mengetahui siapa saja pejabat yang bertanggung jawab di berbagai bidang pemerintahan.

“Melalui Safari Ramadan ini, kami ingin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memastikan mereka tahu ke mana harus menyampaikan aspirasi, agar tidak bingung ketika menghadapi kendala dalam pelayanan publik,” ujar Vasko.

Pada kesempatan itu, Wagub menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta dari Pemprov Sumbar untuk pengembangan fasilitas Masjid Al Ishlah. 

Selain itu, diserahkan juga santunan bagi empat keluarga pra-sejahtera, bantuan Rp10 juta dari Bank Nagari, serta dukungan kesejahteraan untuk dua petugas masjid dari Baznas Provinsi Sumbar. Vasko berharap bantuan tersebut dapat memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat kegiatan sosial dan pembinaan umat.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi kepada masyarakat Bukittinggi. Ia menyebutkan sejak siang hari Wagub telah berkeliling kota menyalurkan bantuan, mulai dari program bedah rumah hingga dukungan pengembangan masjid.

“Semoga sinergi antara Pemprov Sumatera Barat dan Pemko Bukittinggi terus terjaga, demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Ibnu.

Sebelumnya, Ketua Pengurus Masjid Al Ishlah, dr. Tedi Fauzi, memaparkan sejarah masjid tersebut. Awalnya berdiri sebagai surau pada 1960, bangunan ini direnovasi menjadi mushola pada 1998, dan pada 2021 resmi berstatus sebagai Masjid Al Ishlah. 

Meski telah mengalami berbagai pembenahan, pengurus masih menghadapi keterbatasan, khususnya akses pintu masuk yang sempit dan membutuhkan pelebaran untuk kenyamanan jamaah. Karena keterbatasan anggaran, rencana tersebut belum bisa direalisasikan, sehingga dukungan Pemprov Sumbar sangat diharapkan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update