Notification

×

Iklan

Ulama Saudi Beri Tausiyah di Lapas Padang

Sabtu, 28 Februari 2026 | 07:17 WIB Last Updated 2026-02-28T00:17:00Z

Syekh Abdurrahman dari Arab Saudi memberikan tausiyah di Lapas Kelas IIA Padang.

Padang, Rakyatterkini.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang menerima kunjungan seorang ulama asal Arab Saudi, Syekh Abdurrahman, pada Kamis (26/2/2026), dalam rangka safari Ramadan yang sedang dilakukannya di Indonesia.

Syekh Abdurrahman, yang merupakan pensiunan dosen dari Arab Saudi, hadir untuk memberikan tausiyah kepada para narapidana. Kehadirannya disambut hangat oleh warga binaan yang antusias mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan tersebut.

Kunrat Kasmiri, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, menyambut positif kedatangan Syekh Abdurrahman. Menurutnya, kehadiran ulama tersebut membawa semangat baru dalam penguatan pembinaan keagamaan, khususnya di bulan Ramadan.

“Tausiyah yang disampaikan beliau, berdasarkan pengalaman langsung di Arab Saudi, sangat bermanfaat, tidak hanya untuk warga binaan, tetapi juga bagi semua pihak yang hadir,” ujar Kunrat.

Kunjungan ini juga melibatkan Yayasan Dar el-Iman, yang berperan sebagai penerjemah sekaligus menjembatani pesan-pesan Syekh Abdurrahman agar tersampaikan dengan baik kepada para narapidana. Kunrat mengapresiasi peran yayasan tersebut dan berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut untuk mendukung program pembinaan keagamaan di lapas.

Lebih jauh, Kunrat menegaskan visinya untuk memperluas program pembinaan keagamaan di seluruh lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Sumatera Barat. Ia telah menginstruksikan agar setiap lapas dan rutan membentuk pesantren yang terstruktur sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan.

“Harapan kami sederhana, narapidana masuk ke lapas, keluar sebagai santri. Dengan bekal keagamaan yang kuat, mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bermanfaat, dan tidak mengulangi pelanggaran hukum,” tegas Kunrat.

Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Junaidi Rison, menambahkan bahwa program pesantren di lapasnya bukan kegiatan musiman. Pembinaan keagamaan dilakukan setiap hari, termasuk di luar bulan Ramadan, melalui belajar mengaji, membaca dan menulis Alquran, hingga pelatihan menjadi dai.

“Bulan Ramadan menjadi kesempatan untuk memperkuat dan mengintensifkan program yang sudah berjalan. Kami tidak perlu lagi pesantren kilat karena pesantren kami sudah berlangsung setiap hari,” jelas Junaidi.

Kunjungan Syekh Abdurrahman diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi bagi para narapidana untuk meningkatkan kualitas keagamaan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi lapas dan rutan lain di Sumatera Barat dalam memperkuat pembinaan berbasis keagamaan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update