Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Luar Negeri menegaskan bahwa pasukan TNI yang tergabung dalam misi International Stabilization Force (ISF) di Gaza bersifat non-tempur. Selain itu, pasukan Indonesia dalam misi ini dapat ditarik sewaktu-waktu dari wilayah Gaza.
Direktur Keamanan dan Perdamaian Internasional Kemlu, Caka Alverdi Awal, menjelaskan bahwa rincian tugas militer Indonesia dalam ISF akan ditetapkan oleh Kementerian Pertahanan dan Markas Besar TNI.
“Yang perlu kami tekankan, mandat sudah jelas. Dari national caveat, beberapa hal penting seperti mandat non-combat dan nondemiliterisasi sudah ditetapkan,” ungkap Caka saat ditemui di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Jumat (27/2/2026).
Caka menambahkan, pasukan TNI tidak akan menargetkan pihak manapun dan penugasan mereka terbatas di wilayah Gaza. “Penggunaan kekuatan sangat terbatas, dan area operasi juga dibatasi hanya di Gaza,” jelasnya.
Selain itu, Caka menekankan bahwa persetujuan dari pihak Palestina menjadi syarat utama bagi keberadaan pasukan TNI. TNI tidak memiliki tugas untuk memindahkan atau merelokasi warga.
“Kami menghormati kedaulatan dan hak menentukan nasib sendiri. Yang terpenting, penugasan ini bisa dihentikan kapan saja,” tegas Caka.(da*)


