Jakarta, Rakyatterkini.com – Pembangunan infrastruktur di Indonesia memerlukan dukungan sumber daya manusia (SDM) konstruksi yang kompeten agar dapat berjalan optimal.
Menyadari hal ini, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengambil langkah strategis dengan bekerja sama bersama Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk meningkatkan kemampuan tenaga ahli bangunan di Tanah Air.
Komitmen SIG diwujudkan melalui program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan, yang digelar serentak di lima provinsi pada Minggu (1/2/2026). Lima lokasi tersebut adalah Kabupaten Bogor (Jawa Barat), Kota Palembang (Sumatera Selatan), Kota Bengkulu (Bengkulu), Kota Malang (Jawa Timur), dan Kota Kendari (Sulawesi Tenggara).
Pelatihan tahap awal ini diikuti 500 peserta, dan keberhasilannya membuat SIG mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penyelenggara pelatihan tukang bangunan serentak di provinsi terbanyak.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar simbolis, tetapi merupakan bukti nyata konsistensi SIG mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui pembentukan tenaga kerja yang profesional dan bersertifikat.
“Ahli bangunan memiliki peran penting dalam mewujudkan rancangan menjadi bangunan yang kokoh dan berkelanjutan. Program ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah strategis kami untuk memperkuat sinergi dengan para ahli bangunan, yang merupakan mitra utama dalam ekosistem bisnis perusahaan,” ujar Dicky di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Program sertifikasi ini tidak berhenti di lima kota. SIG berencana memperluas pelatihan ke lebih dari 100 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, dengan target mencetak lebih dari 5.000 ahli bangunan bersertifikat kompetensi resmi.
Pelatihan yang mengusung tema “Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia” ini menghadirkan materi lengkap, mulai dari pengetahuan dasar semen dan beton, metode konstruksi yang efisien, hingga praktik langsung pemasangan material dan plesteran.
Selain itu, SIG memanfaatkan momentum Bulan K3 Nasional 2026 untuk menanamkan budaya keselamatan kerja. Materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian wajib agar para tukang bekerja aman dan risiko kecelakaan di proyek bisa diminimalkan.
Sertifikasi dilakukan secara ketat melalui wawancara dan uji keterampilan langsung di lapangan, sehingga setiap sertifikat benar-benar mencerminkan kemampuan pemegangnya.
Tak hanya pelatihan tatap muka, SIG juga menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi Jago Bangunan. Platform ini menjadi wadah bagi komunitas ahli bangunan untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi konstruksi.
Melalui aplikasi ini, peserta dapat mengakses modul e-learning, katalog produk, hingga fitur konsultasi teknis dan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hingga saat ini, tercatat 14.941 anggota tergabung dalam Komunitas Jago Bangunan SIG.
Salah satu peserta di Bengkulu, Roni Paslah, menyambut positif program ini. Menurutnya, pelatihan formal seperti ini jarang didapat oleh tukang yang selama ini lebih banyak belajar secara otodidak.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain ajang silaturahmi, kami juga mendapatkan ilmu baru yang sebelumnya hanya kami peroleh dari pengalaman,” ujar Roni.
Langkah SIG ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga konstruksi Indonesia, sehingga menghasilkan bangunan yang tidak hanya estetis, tetapi juga aman, kuat, dan berkualitas tinggi.(da*)


