Notification

×

Iklan

Remaja Kulonprogo Lumpuh Akibat Gigitan Ular Weling

Rabu, 18 Februari 2026 | 18:05 WIB Last Updated 2026-02-18T11:05:00Z


Jakarta, Rakyatterkini.com – Ananda Yue Riastanto, remaja asal Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kelumpuhan sejak sembilan tahun lalu setelah digigit ular weling saat tidur di rumahnya. 

Peristiwa itu terjadi pada 5 Januari 2017, ketika Nanda masih duduk di bangku kelas 1 SD.

Ibunda Nanda, Deni Rianingsih, menceritakan bahwa malam itu anaknya terbangun dan mengaku digigit ular di kamar. Deni menemukan seekor ular sepanjang sekitar 1,5 meter di dalam kamar dan segera membawa Nanda ke RSUD Wates. Ular tersebut kemudian diidentifikasi sebagai ular weling.

“Anak saya digigit ular saat tidur. Kami langsung membawanya ke rumah sakit. Awalnya dia terlihat baik-baik saja, tapi tak lama kemudian menunjukkan reaksi serius. Nanda sempat dirawat selama 32 hari sebelum akhirnya diperbolehkan pulang,” kata Deni, Selasa (17/2/2026).

Menurut Deni, efek racun ular weling mulai terlihat sekitar setengah jam setelah gigitan. Nanda mengalami mual, muntah, hingga sempat berhenti bernapas, sebelum dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk penanganan lebih lanjut.

Selama masa perawatan, kondisi Nanda sempat membaik dan keluarganya sempat berharap kesembuhan. Sayangnya, setelah pulang dari rumah sakit, Nanda mengalami kelumpuhan permanen, sehingga tidak lagi mampu melakukan aktivitas seperti sebelumnya.

Kini, di usia 16 tahun, Nanda hanya bisa terbaring di tempat tidur di rumah sederhana keluarga mereka di Padukuhan Dhisil, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo. Ia sepenuhnya bergantung pada ibunya untuk makan, mandi, dan kebutuhan sehari-hari. 

Selang nasogastric (NGT) dipasang di hidungnya untuk menyalurkan makanan dan obat ke lambung. Meski lumpuh, Nanda masih bisa mengikuti aktivitas di sekitarnya melalui pendengaran.

“Anak saya sekarang hanya bisa berbaring dan bergantung pada orang lain. Kami tetap berharap ada kesembuhan suatu hari nanti,” ujar Deni.

Sembilan tahun setelah insiden itu, Nanda menunjukkan sedikit kemajuan. Ia kini bisa tidur lebih nyenyak, menggerakkan tangan, dan lebih sering mengeluarkan suara, meski tulang belakangnya mengalami skoliosis. Keluarga tetap menaruh harapan agar suatu saat Nanda bisa pulih sepenuhnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update