Jakarta, Rakyatterkini.com – Satgas Operasi Damai Cartenz tengah memburu kelompok KKB yang menyerang seorang perempuan penjual pinang di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Peristiwa ini terjadi saat korban sedang menjalankan aktivitas sehari-hari untuk mencari nafkah.
Korban, EK (33), berasal dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia diserang saat melayani pembeli di lapaknya di Jalan Gunung, Distrik Dekai. Warga setempat mengenal EK sebagai penjual ramah yang rutin berjualan di kawasan tersebut.
Hasil penyelidikan awal Satgas Operasi Damai Cartenz menunjukkan dugaan keterlibatan simpatisan KKB Kodap XVI Yahukimo. Kelompok ini sebelumnya terlibat dalam pembakaran Ruko Blok A pada 14 Februari 2026.
Brigjen Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi kekerasan terhadap warga sipil, terutama perempuan yang sedang mencari nafkah.
“Setiap tindakan kekerasan terhadap masyarakat, khususnya terhadap perempuan yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, adalah perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Pelaku akan kami kejar dan tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Brigjen Faizal, Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, penikaman ini mencerminkan pola intimidasi dan teror yang tidak boleh dibiarkan berkembang di tengah masyarakat.
Dari pemeriksaan sementara, insiden terjadi ketika dua pria mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam dari arah jalan raya dan berhenti di samping lapak korban. Salah satu pelaku diketahui sering membeli pinang di tempat korban.
Tanpa peringatan, pelaku mendekati korban dan langsung menikamnya dua kali di pundak kanan. Korban tidak sempat menghindar karena mengenal pelaku yang sebelumnya sering bertransaksi dengannya. Setelah menyerang, kedua pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Kantor Pos.
EK segera dilarikan ke RSUD Dekai dan kini masih menjalani perawatan medis, dengan kondisi yang terus dipantau tim medis setempat.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, memastikan penyelidikan berlangsung menyeluruh dengan memanfaatkan seluruh barang bukti yang ada.
“Barang bukti telah kami amankan dan sedang dianalisis untuk mengidentifikasi pelaku. Saksi-saksi di sekitar lokasi juga diperiksa. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan pelaku,” ujarnya.
Aparat gabungan saat ini memperketat pengamanan di sekitar Ruko Blok A dan wilayah Dekai, untuk memastikan situasi tetap kondusif pasca-aksi penikaman tersebut.(da*)


