Payakumbuh, Rakyatterkini.com – Batang Sikali di Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, bukan sekadar aliran sungai.
Ratusan warga memadati bantaran sungai ini untuk mengikuti Lomba Mancing Ikan Larangan. Kegiatan ini lebih dari sekadar hobi, melainkan wadah mempererat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian sosial di tengah kesibukan modern.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hurisna Jamhur, yang menekankan bahwa lomba ini menjadi sarana mempererat tali persaudaraan sekaligus misi mulia. Seluruh biaya pendaftaran dialokasikan untuk renovasi Masjid Muhsinin dan santunan bagi anak yatim di Kenagarian Tiakar.
Dalam sambutannya, Hurisna menekankan pentingnya interaksi sederhana dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
“Kebersamaan sering kali lahir bukan dari acara besar, tetapi dari momen kecil ketika warga berhenti sejenak, saling menyapa, dan menyadari mereka berbagi ruang hidup yang sama,” ujarnya dengan hangat.
Hurisna juga menyoroti filosofi Ikan Larangan yang mengajarkan pengendalian diri. Tradisi ini, menurutnya, menjadi “sekolah alam” bagi masyarakat untuk melatih kesabaran dan keadilan, sekaligus menjaga keberlanjutan sungai agar manfaatnya dapat dinikmati generasi mendatang.
Ia menambahkan bahwa pembangunan sejati tidak hanya soal fisik atau infrastruktur, melainkan bagaimana manusia merasa terhubung dengan sesama, lingkungan, dan nilai-nilai yang dianut. Menurutnya, kepercayaan sosial (social trust) adalah modal utama sebuah daerah, yang terbentuk dari kebiasaan saling hadir dan berbagi peran.
Ketua LPM Tiakar, Sepriyendi, menyatakan kegiatan ini juga bagian dari strategi warga menghidupkan potensi Batang Sikali. Tidak hanya di air, bantaran sungai telah ditanami tanaman produktif yang hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat lokal.
Pelestarian ini dilakukan secara berkelanjutan. Setelah lomba selesai, warga secara kolektif menebar bibit ikan ke sungai, menjadikan Batang Sikali bukan hanya tempat memancing, tetapi “ruang hidup” yang dirawat bersama.
“Dari tepian Batang Sikali, kami ingin menyampaikan pesan bahwa kehidupan bersama akan tumbuh subur jika dirawat dengan kesadaran kolektif, kesederhanaan, dan nilai-nilai yang berakar kuat di bumi ini,” ujar Sepriyendi.(da*)


