Notification

×

Iklan

Presiden Tersentuh Semangat Kepala Daerah di Rakornas Bogor

Senin, 02 Februari 2026 | 18:14 WIB Last Updated 2026-02-02T11:39:47Z

Presiden Prabowo Subianto

Jakarta, Rakyatterkini.com – Presiden Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Dengan memberikan pengarahan yang penuh semangat dan emosional. Ia mengaku tersentuh melihat antusiasme para pejabat pusat dan kepala daerah yang hadir.

Dalam arahannya, Prabowo menekankan pentingnya rasa syukur dan tawakal kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan dalam mengemban amanah negara. Ia mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan puji syukur dan memohon pertolongan Sang Pencipta.

“Sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah subhanahu wa ta'ala. Hanya kepada-Nya kita berdoa dan memohon pertolongan,” ujar Prabowo.

Selain menekankan nilai spiritual, Prabowo juga menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat yang terdampak musibah di berbagai daerah. Ia mengajak semua peserta Rakornas untuk mendoakan agar masyarakat yang tertimpa musibah segera diberikan kekuatan dan pemulihan.

Presiden juga memberikan apresiasi kepada Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, atas penyelenggaraan acara yang tertib dan profesional. Namun, perhatian peserta tertuju pada pengakuan jujur Prabowo tentang perasaannya saat berdiri di hadapan para pemimpin daerah.

“Hati saya bergetar melihat, mendengar, dan merasakan semangat saudara-saudara sekalian,” ungkap Prabowo, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Ia menegaskan optimisme terhadap masa depan Indonesia, dengan catatan semangat yang terpancar dari para pejabat benar-benar tulus dari hati.

“Jika semangat saudara-saudara berasal dari lubuk hati terdalam, saya yakin masa depan bangsa kita cerah, aman, dan kita akan berhasil,” tutur Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyinggung pandangan skeptis dunia internasional terhadap Indonesia, terutama mengenai keberagaman bangsa. Banyak pihak luar meragukan kemampuan Indonesia untuk tetap bersatu, mengingat perbedaan etnis dan agama yang ada.

“Banyak pihak dari luar yang menilai Indonesia sebagai bangsa yang tidak mungkin bersatu. Mereka mempertanyakan bagaimana begitu banyak suku dan agama bisa tetap menjadi satu,” ujar Prabowo.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update