Notification

×

Iklan

Pesawat Pelita Air Jatuh di Perbatasan Kaltara, Pilot Tewas

Jumat, 20 Februari 2026 | 00:33 WIB Last Updated 2026-02-19T18:02:18Z

Pesawat Pelita Air. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, mengungkap kronologi jatuhnya salah satu pesawat milik Pelita Air di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Pesawat tersebut sedang membawa bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah terpencil.

Dirjen Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA, tahun pembuatan 2013 dan nomor seri 802-0494, dioperasikan khusus oleh Pelita Air Service untuk mengangkut BBM. Kecelakaan terjadi dalam penerbangan rute Long Bawan – Tarakan.

Pesawat lepas landas dari Bandar Udara Long Bawan pukul 04.10 UTC (12.10 WITA) menuju Bandar Udara Tarakan, membawa muatan BBM Pertamina. Estimasi kedatangan di Tarakan adalah pukul 05.15 UTC (13.15 WITA).

Lukman menjelaskan, pilot sempat melaporkan posisi pesawat “Abeam Malinau” pada pukul 04.24 UTC (12.24 WITA) kepada petugas ATC Tarakan. Namun, pada pukul 04.20 UTC (12.20 WITA), sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat sudah diterima.

Penyebab kecelakaan masih dalam tahap penyelidikan. Pesawat hanya membawa satu kru, yaitu pilot. “Informasi terakhir yang kami terima pada pukul 15.16 WITA, pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” kata Lukman dalam pernyataan tertulis, Kamis (19/2/2026).

Dari segi kelaikudaraan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam terakhir pada 11 Februari 2026, dengan total jam terbang mencapai 3.303 jam.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga telah berkoordinasi dengan operator, otoritas bandara, dan instansi terkait untuk memastikan penanganan di lokasi berjalan lancar. Proses investigasi akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku oleh otoritas berwenang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update