Padang Panjang, Rakyatterkini.com— Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menegaskan keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti penataan kawasan Lembah Anai, khususnya setelah bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
Penegasan itu disampaikan Arry saat meninjau langsung area sungai yang terdampak bencana, Senin (16/2/2026). Menurutnya, kunjungan lapangan ini merupakan kelanjutan dari sejumlah rapat lintas instansi serta kesepakatan bersama terkait penataan kawasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi.
“Kami turun langsung untuk melihat kondisi lokasi yang terdampak banjir hidrometeorologi. Ini merupakan tindak lanjut dari beberapa kali rapat dan kesepakatan yang telah dibuat bersama para pihak terkait,” ujar Arry.
Ia menjelaskan, pemerintah bersama pemangku kepentingan telah menyepakati pengosongan area yang masuk kategori rawan bencana. Peristiwa bencana yang terjadi di penghujung tahun lalu, lanjutnya, menjadi bukti nyata bahwa risiko tersebut tidak bisa diabaikan.
“Bencana itu benar-benar terjadi dan sejumlah bangunan terdampak. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Arry menekankan, pemerintah tidak ingin kesepakatan yang telah disusun hanya berhenti sebagai dokumen administratif. Seluruh tahapan yang disepakati—mulai dari pengosongan hingga penertiban sesuai ketentuan—harus dijalankan secara konsisten dan terkoordinasi.
Sebagai kawasan Taman Wisata Alam, penataan Lembah Anai melibatkan banyak instansi. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat koordinasi agar setiap langkah tetap selaras dengan aturan dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Ia juga mengingatkan potensi lonjakan arus lalu lintas menjelang libur Lebaran. Kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan risiko tambahan di kawasan yang masih dalam proses penataan.
“Kami tidak ingin momentum libur yang seharusnya membawa kebahagiaan justru diwarnai kejadian yang tidak diinginkan. Pemerintah bertanggung jawab memastikan keamanan masyarakat,” katanya.
Untuk memperkuat implementasi kebijakan, Pemprov Sumbar berencana menggelar rapat konsolidasi lanjutan dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kesepakatan dijalankan sesuai komitmen bersama.
Arry berharap seluruh proses penataan dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan, sehingga kawasan Lembah Anai menjadi lebih tertib, aman, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang melintas maupun beraktivitas di sekitarnya.(da*)


