Padang Aro, Rakyatterkini.com — Pembangunan serta peningkatan kualitas jalan di sejumlah nagari di Kecamatan Sangir Batang Hari menjadi salah satu usulan prioritas yang disepakati dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Usulan tersebut dinilai penting mengingat infrastruktur jalan memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas dan mobilitas masyarakat setempat.
Pembangunan jalan baru diusulkan untuk Jorong Sungai Penuh, Nagari Lubuk Ulang Aliang Selatan. Sementara itu, peningkatan jalan direncanakan di Jorong Padang Koro Tuo dan Jorong Padang Usoli, Nagari Sitapus, serta Jorong Koto Tuo, Nagari Ranah Pantai Cermin.
Selain pembangunan jalan, sektor infrastruktur dan pengembangan wilayah juga mengusulkan rehabilitasi jembatan serta perbaikan tanggul sungai guna meningkatkan keamanan dan konektivitas wilayah.
Pada sektor ekonomi dan sumber daya alam, pra-Musrenbang yang telah dilaksanakan sebelumnya menyepakati sejumlah usulan, di antaranya pembangunan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi serta tali bandar.
Tak hanya itu, dua ruas jalan usaha tani juga diusulkan, masing-masing di Jorong Koto Lingkek, Nagari Dusun Tangah, dan Jorong Pulau Karam, Nagari Lubuk Ulang Aliang Tengah.
Sementara di bidang lainnya, Pemerintah Kecamatan Sangir Batang Hari mengajukan pengadaan alat praktik untuk sekolah, bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan, serta dukungan bagi pengembangan rumah tahfidz.
Bupati Solok Selatan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Efi Yandri, menyampaikan bahwa Musrenbang awal tahun ini dilaksanakan sebagai bagian dari proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Solok Selatan Tahun Anggaran 2027.
Ia menjelaskan, sejak 2025 pemerintah daerah menerapkan kebijakan perencanaan yang bersifat imperatif karena mengacu pada target pembangunan nasional.
Meski demikian, daerah tetap dituntut untuk berinovasi dan mengoptimalkan potensi yang ada demi meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pencapaian sasaran pembangunan daerah.
“Kebijakan rasionalisasi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat sejak 2025 turut berdampak pada ketersediaan anggaran di daerah. Karena itu, pemerintah kabupaten ke depan harus mampu menjalin sinergi dan menarik program dari luar APBD.
Baik melalui pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun dunia usaha melalui program TJSLP,” ujar Efi saat membuka Musrenbang Kecamatan Sangir Batang Hari di Kantor Camat, Kamis (5/2/2026).
Musrenbang tersebut turut dihadiri anggota DPRD Solok Selatan, jajaran kepala organisasi perangkat daerah terkait, unsur Forkopimcam, instansi vertikal, serta perwakilan masyarakat Kecamatan Sangir Batang Hari. (Alwis)


