Padang, Rakyatterkini.com – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di Kota Padang selama bulan Ramadan, meski kegiatan belajar mengajar (KBM) reguler diliburkan.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang menegaskan, siswa tetap diwajibkan menjemput paket gizi mereka di sekolah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, menekankan bahwa kebijakan ini mengikuti arahan pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan nutrisi pelajar tetap terpenuhi.
Menurut Yopi, kalender pendidikan menetapkan masa libur sekolah mulai 14 Februari hingga setelah Lebaran. Selama periode ini, kegiatan siswa digeser ke program keagamaan, seperti Pesantren Ramadan yang digelar di masjid dan musala di lingkungan masing-masing.
Meski begitu, kebijakan tersebut tidak menghapus kewajiban distribusi paket gizi. Sekolah tetap menjadi lokasi pengambilan MBG bagi siswa.
“Meski fokus mereka pada Pesantren Ramadan, siswa tetap harus datang ke sekolah untuk mengambil paket MBG,” jelas Yopi.
Untuk mempermudah pengambilan dan operasional sekolah, Pemko Padang menetapkan sistem pengambilan secara rapel, yakni dua kali dalam seminggu.
“MBG dibagikan setiap tiga hari sekali. Siswa dapat mengambilnya pada hari Senin dan Jumat untuk dibawa pulang,” tambahnya.
Perubahan jadwal ini juga diikuti penyesuaian menu. Mengingat siswa sedang berpuasa, menu nasi dan lauk pauk diganti dengan makanan ringan yang lebih praktis dan tahan lama.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Alfiadi, menjelaskan bahwa penggantian menu ini bertujuan menjaga kualitas gizi sekaligus meminimalkan risiko makanan basi.
“Seperti saat libur sebelumnya, menu MBG diubah menjadi makanan ringan,” ujar Alfiadi.
Menu pengganti meliputi biskuit, susu kotak, dan camilan lain yang memiliki masa simpan lebih lama. Alfiadi menegaskan, meski bentuknya berbeda, kandungan gizinya tetap diperhitungkan agar mencukupi kebutuhan protein siswa, terutama saat berbuka puasa.(da*)


