Jakarta, Rakyatterkini.com - Ledakan dahsyat yang diduga bersumber dari petasan mengguncang Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (18/2/2026).
Insiden yang terjadi di rumah milik Kulsum (60) tersebut menelan korban jiwa serta merusak sejumlah rumah warga di sekitarnya.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Supriyadi (50). Saat peristiwa terjadi, ia tengah memperbaiki rumah yang lokasinya tak jauh dari titik ledakan. Kuatnya dentuman membuat bangunan di sekitar ambruk dan menimpanya hingga tewas di tempat.
Selain korban meninggal, enam orang lainnya mengalami luka bakar, yakni Kulsum, Samsul, Riko, Abdur, Fais, dan Fino. Seluruh korban saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Asembagus. Beberapa di antaranya dirujuk ke RSUD dr. Abdoer karena kondisinya dinilai kritis.
Suara ledakan yang keras memicu kepanikan warga. Banyak warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Getaran akibat ledakan juga menyebabkan kaca jendela pecah dan bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan.
Data sementara mencatat tujuh rumah terdampak, dengan satu unit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan. Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, menyampaikan bahwa dugaan sementara ledakan berasal dari bahan petasan atau mercon.
Namun, pihak kepolisian masih melakukan sterilisasi lokasi dan belum dapat memastikan ada tidaknya bahan peledak lain di tempat kejadian.
Di lokasi, polisi juga menemukan sejumlah petasan berukuran cukup besar, berdiameter sekitar 4 sentimeter dan panjang 15 sentimeter, yang diduga siap untuk diperjualbelikan.
“Setelah menerima laporan, Kapolsek langsung menuju TKP dan menemukan beberapa petasan berukuran besar,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian memasang garis polisi di area kejadian serta mengimbau masyarakat agar tidak memproduksi maupun menggunakan bahan peledak ilegal yang berpotensi membahayakan keselamatan.(da*)


