Pessel, Rakyatterkini.com – Setelah tiga hari melakukan pencarian, Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang korban hanyut di Sungai Liku, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (17/2) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa informasi awal diterima pada Minggu (15/2) pukul 07.55 WIB dari Arif, petugas BPBD Pesisir Selatan. Kejadian ini dilaporkan sebagai operasi SAR karena adanya kondisi membahayakan manusia, yakni seorang anak hanyut di Sungai Liku, tepatnya di Kampung Kelok Koto Langang, Nagari Sei Liku.
Korban diketahui bernama Aska (13), seorang pelajar yang berdomisili di Kelok Koto Langang. Peristiwa terjadi pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 17.45 WIB, saat korban mandi bersama teman-temannya di sungai. Sekitar pukul 18.00 WIB, Aska tidak kembali ke daratan dan dinyatakan hilang. Rekan-rekannya menyebut korban terseret arus sungai.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Bhabinkamtibmas segera melakukan peninjauan ke lokasi kejadian dan rumah korban. Titik awal pencarian diperkirakan berada pada koordinat 1°20’56,81″ S dan 100°47’1,64″ E, sekitar 52,4 kilometer dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan secara garis lurus, atau 66,3 kilometer melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 27 menit ke arah tenggara.
Setelah melakukan pencarian intensif selama tiga hari, tim SAR menemukan Aska pada Selasa (17/2/2026) pukul 07.30 WIB di koordinat 1°46’42,42″ S dan 100°46’53,28″ E, sekitar 4,22 kilometer dari lokasi awal. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga.
Seluruh rangkaian operasi ditutup dengan debriefing pada pukul 08.30 WIB, diikuti oleh Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, Polri, BPBD, perangkat nagari, dan masyarakat setempat. Selama operasi, tim menghadapi kendala area blank spot yang membatasi komunikasi, meskipun cuaca cerah dengan kecepatan angin sekitar 5 knot.
Abdul Malik menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama bagi anak-anak.(da*)


