Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Seban, yak 273 dari 357 unit hunian sementara (huntara) untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah rampung dibangun dan mulai dihuni warga terdampak.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Agam, Rinaldi, menjelaskan pada Senin (17/2/2026) di Lubukbasung, bahwa huntara tersebut tersebar di lima lokasi.
“Kelima lokasi huntara sudah selesai dibangun, dan sebagian penyintas telah menempatinya. Beberapa warga masih menata hunian karena baru selesai,” ujarnya.
Rincian lokasi dan jumlah unit huntara adalah:
117 unit di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
88 unit di Lapangan Bola Padang Sibabaju, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
19 unit di Objek Wisata Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya.
35 unit di Kampung Ujuang, Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
14 unit di Lapangan Lambeh, Jorong Bukik Malanca, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak.
Huntara di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, telah diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Sabtu (24/1).
Rinaldi menambahkan, saat ini terdapat 85 unit huntara yang masih dalam proses pembangunan, yakni 33 unit di Lahan DOB Bancah Balingka, Kecamatan Ampek Koto, dan 51 unit di Lapangan Bola Jajaran Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan. Pembangunan diperkirakan akan rampung sekitar satu minggu setelah Ramadhan.
Huntara dibangun untuk warga yang rumahnya rusak berat, berada di zona merah, atau terdampak langsung bencana banjir dan tanah longsor akhir November 2025. Selain itu, sebagian warga sedang mengurus pencairan dana tunggu hunian, sementara pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan hunian tetap bagi para penyintas.(da*)


