Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan terhadap negaranya berpotensi memicu konflik besar di kawasan Timur Tengah.
Dalam pidatonya di pusat Kota Teheran pada Minggu (1/2/2026), Khamenei menyoroti keberadaan pangkalan militer AS di wilayah tersebut, termasuk Pangkalan Al Udeid di Qatar, yang sempat menjadi target serangan pada Juni 2025.
“Mereka harus memahami, jika memulai perang, konflik itu akan meluas menjadi perang regional,” tegas Khamenei, yang saat ini berusia 86 tahun.
Pidato ini disampaikan dalam rangka peringatan ulang tahun kembalinya pemimpin tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ruhollah Khomeini, dari pengasingan di Prancis pada 1979. Peristiwa tersebut menandai lahirnya Revolusi Iran sekaligus mengakhiri kekuasaan Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung AS.
Khamenei menambahkan, motif utama Amerika Serikat menyerang Iran adalah untuk menguasai sumber daya minyak dan gas alam yang melimpah.
Selain itu, Khamenei menanggapi kerusuhan yang terjadi baru-baru ini sebagai upaya pemberontakan yang mirip dengan kudeta. Menurutnya, banyak kantor pemerintah, bank, dan masjid yang dirusak selama demonstrasi, yang menelan ribuan korban jiwa.
“Pemberontakan ini menyerupai kudeta. Tujuannya adalah menghancurkan pusat-pusat penting yang menjalankan pemerintahan. Namun, upaya itu telah berhasil ditumpas,” ujarnya.
Kerusuhan bermula pada 28 Desember 2025, ketika para pedagang Pasar Besar Teheran melakukan mogok akibat memburuknya kondisi ekonomi dan nilai tukar rial yang jatuh.
Demonstrasi pun menyebar ke sejumlah kota lain dan kerap berujung pada kerusuhan, terutama setelah pemerintah memutus layanan internet dan komunikasi telekomunikasi.(da*)


