Jakarta, Rakyatterkini.com – Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah mantan menteri luar negeri, mantan wakil menteri luar negeri, dan tokoh senior di bidang diplomasi nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar tiga jam ini membahas berbagai dinamika politik luar negeri Indonesia serta isu Palestina dengan pendekatan terbuka dan dialogis.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengaku terkesan dengan suasana pertemuan yang jauh dari kesan formal atau searah. Menurutnya, Presiden memberikan ruang dialog yang luas dan mendorong pertukaran pandangan secara setara.
“Saya cukup terkejut karena suasananya sangat terbuka. Diskusinya benar-benar dua arah, tidak bersifat top down,” ujar Dino kepada wartawan usai pertemuan. Ia menambahkan, berbagai risiko, opsi kebijakan, dan skenario tantangan global yang mungkin dihadapi Indonesia dibahas langsung dengan Presiden.
Sementara itu, mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menilai pertemuan ini sangat mencerahkan, terutama mengenai isu-isu diplomasi yang sebelumnya dianggap sensitif dan kurang diketahui publik.
“Kesempatan ini sangat berharga karena kami mendapatkan informasi dan penjelasan yang sebelumnya tidak kami ketahui,” katanya.
Pendapat serupa disampaikan mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab, yang menegaskan bahwa pertemuan tersebut menegaskan konsistensi sikap Indonesia terhadap perjuangan Palestina.
“Indonesia tidak pernah meninggalkan komitmennya untuk mendukung Palestina dan tetap menginginkan solusi dua negara. Komitmen terhadap two-state solution tidak berubah,” tegas Alwi.
Tokoh senior diplomasi Jusuf Wanandi menambahkan bahwa Presiden Prabowo memberikan penjelasan komprehensif dan mendalam, bahkan menjawab sejumlah isu strategis sebelum pertanyaan diajukan.
“Ini adalah kesempatan yang dibuka Presiden dan harus kita hargai serta manfaatkan bersama,” pungkas Jusuf.(da*)


