Notification

×

Iklan

Indonesia Kirim 8.000 TNI ke Gaza

Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:21 WIB Last Updated 2026-02-20T18:21:00Z

Presiden Prabowo Subianto

Jakarta, Rakyatterkini.com – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia akan mengirim pasukan TNI ke Gaza, Palestina, dalam kurun waktu satu hingga dua bulan mendatang.

Sebanyak 8.000 prajurit rencananya akan ditugaskan bersama Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF), yang terdiri dari gabungan negara anggota Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza.

“Kemungkinan tidak lama, sekitar 1–2 bulan lagi,” ujar Presiden Prabowo saat menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace Gaza perdana di Washington DC, Kamis (19/2/2026) siang waktu setempat.

Presiden juga menyebut, kemungkinan tim advance Indonesia akan dikirim lebih dulu. Tim ini bertugas memetakan wilayah serta menilai risiko sebelum penempatan pasukan utama TNI bersama ISF.

Dalam forum yang sama, Prabowo mengungkapkan Indonesia dipercaya menempati posisi Wakil Komandan ISF. “Mereka meminta kita menjadi deputy commander,” jelasnya, seraya menekankan bahwa pihaknya akan menunjuk perwira terbaik untuk posisi tersebut.

Di KTT yang berlangsung di Donald J Trump Institute of Peace, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk berkontribusi signifikan dalam misi stabilisasi Gaza.

“Gencatan senjata yang dicapai merupakan hasil nyata. Kami memuji capaian ini dan menegaskan kembali komitmen untuk mengirimkan prajurit sebanyak 8.000 orang, bahkan bisa lebih jika diperlukan,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Sementara itu, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers menyebutkan, kekuatan gabungan ISF ke depan dapat mencapai 20.000 tentara dan 12.000 polisi untuk memulihkan kondisi pascaperang di Gaza. Rafah, wilayah selatan Gaza yang berbatasan dengan Mesir, akan menjadi titik awal penugasan pasukan ISF.

Selain Indonesia, negara lain yang menyatakan kesediaannya mengirim pasukan adalah Kazakhstan, Albania, Maroko, dan Kosovo. Mesir dan Maroko juga akan menugaskan personel kepolisian untuk melatih aparat lokal di Gaza.

KTT Board of Peace yang dipimpin Presiden Amerika Serikat berlangsung sekitar tiga jam, dengan fokus utama membahas pemulihan dan pembangunan kembali Jalur Gaza pascakonflik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update