Jakarta, Rakyatterkini.com – Teh hangat sering menjadi pilihan minuman untuk memulai hari maupun menemani waktu santai. Popularitasnya pun sangat tinggi, bahkan termasuk minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air putih.
Selain memberikan efek menenangkan, minum teh juga kerap dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Namun, lama waktu penyeduhan ternyata berperan penting dalam menentukan rasa sekaligus kandungan zat alaminya.
Teh yang berasal dari daun tanaman Camellia—seperti teh hitam, hijau, dan oolong—mengandung polifenol serta antioksidan yang baik bagi tubuh. Meski demikian, senyawa tersebut juga dapat menimbulkan rasa pahit apabila terekstraksi terlalu banyak selama proses penyeduhan.
Mengacu pada informasi dari Eating Well, perusahaan Bigelow Tea Company menjelaskan bahwa setiap jenis teh memiliki waktu seduh ideal berbeda, yakni sekitar 2–4 menit untuk teh hitam dan oolong, sekitar 3 menit untuk teh hijau, serta kurang lebih 4 menit bagi teh herbal. Durasi ini bertujuan menjaga keseimbangan rasa sekaligus kualitas kandungan alaminya.
Penyeduhan yang terlalu singkat membuat rasa teh cenderung hambar. Sebaliknya, waktu yang terlalu lama—terutama pada teh hitam dan hijau—dapat menghasilkan rasa lebih kuat dan pahit akibat keluarnya tanin dalam jumlah tinggi. Penelitian menunjukkan sebagian besar polifenol sebenarnya sudah larut dalam lima menit pertama, sehingga memperpanjang waktu seduh tidak selalu meningkatkan manfaat antioksidan.
Untuk penyajian es teh, durasi seduh boleh sedikit lebih panjang karena es akan mengencerkan rasa. Umumnya digunakan satu kantong teh per cangkir air mendidih atau empat hingga enam kantong untuk satu teko berukuran delapan cangkir. Jika ingin menambahkan pemanis, sebaiknya dilakukan saat teh masih panas agar mudah larut.
Dari sisi kesehatan, merendam teh terlalu lama memang tidak langsung berbahaya bagi kebanyakan orang. Namun, kadar kafein dan tanin yang meningkat dapat memicu keluhan seperti gangguan pencernaan, mual, atau berkurangnya penyerapan zat besi—terutama bila dikonsumsi berlebihan. Sumber lain seperti Home Dining Kitchen juga menyebut konsumsi teh berkafein tinggi secara berlebihan berpotensi menimbulkan dehidrasi serta rasa gelisah.
Selain durasi, suhu air turut memengaruhi hasil seduhan. Air mendidih cocok untuk teh hitam, oolong, dan herbal, sedangkan teh hijau lebih baik diseduh dengan suhu sedikit di bawah titik didih agar tidak terasa pahit.
Agar rasa teh optimal, gunakan air segar, tutup cangkir selama proses seduh untuk menjaga panas, serta sesuaikan jumlah kantong teh dengan volume air. Petunjuk pada kemasan dapat dijadikan panduan awal, tetapi penyesuaian tetap bisa dilakukan sesuai selera masing-masing.(da*)


