Jakarta, Rakyatterkini.com – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) di bawah naungan Kementerian Perhubungan menyiapkan personel serta alat berat di sejumlah lokasi yang berpotensi terdampak bencana untuk memastikan kelancaran arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Kesiapsiagaan ini diprioritaskan pada daerah rawan banjir, pergerakan tanah, dan longsor, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Direktur Jenderal Perkeretaapian, Allan Tandiono, menjelaskan bahwa pengawasan intensif dilakukan di kawasan Semarang dan sekitarnya, menyusul peristiwa banjir yang terjadi pada awal tahun.
“Kami memantau secara ketat titik-titik rawan banjir, tanah labil, longsor, serta lokasi yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api. Seluruh area tersebut diawasi 24 jam melalui CCTV dan sensor,” ujar Allan dalam keterangan resminya.
Sebagai bentuk antisipasi, DJKA menempatkan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di 62 lokasi yang tersebar di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Peralatan ini disiapkan untuk penanganan cepat apabila terjadi gangguan prasarana akibat bencana.
Upaya tersebut merupakan bagian dari pemetaan Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) di seluruh wilayah kerja DJKA. Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama operator kereta api dan pemerintah daerah guna menekan potensi gangguan perjalanan selama periode angkutan Lebaran.
Sejumlah langkah teknis juga telah dijalankan, antara lain pemasangan pancang rel, pembangunan cross drain, penguatan dengan sheet pile baja, normalisasi aliran sungai, hingga peninggian elevasi jembatan dan jalur rel.
Di sisi lain, DJKA mempercepat pelaksanaan ramp check terhadap sarana perkeretaapian. Hingga 19 Februari 2026, sebanyak 3.571 unit telah menjalani pemeriksaan dari total 4.181 unit yang direncanakan beroperasi selama masa angkutan Lebaran.
Jumlah tersebut mencakup 326 lokomotif, 2.119 kereta penarik lokomotif, 103 unit Kereta Rel Diesel (KRD), serta 1.633 unit Kereta Rel Listrik (KRL). Pemeriksaan dilakukan sejak 2 Februari 2026 di seluruh Balai Teknik Perkeretaapian guna memastikan seluruh armada laik jalan.
Selain itu, DJKA juga menggelar ramp check Standar Pelayanan Minimum (SPM) di stasiun, inspeksi keselamatan prasarana, serta menyiapkan Posko Harian Bidang Perkeretaapian untuk memantau operasional selama arus mudik dan balik.
Melalui kombinasi mitigasi bencana dan pemeriksaan teknis yang menyeluruh, DJKA menargetkan perjalanan kereta api pada masa Lebaran 1447 H berlangsung aman, andal, dan minim kendala.(da*)


