Notification

×

Iklan

Bupati Pasaman Tekankan Pentingnya Data Akurat untuk Pembangunan

Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:14 WIB Last Updated 2026-02-14T01:14:00Z

Bupati Pasaman, Welly Suhery gelar rapat

Pasaman, Rakyatterkini.com – Bupati Pasaman, Welly Suhery, menekankan bahwa data yang akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah. 

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka Forum Focus Group Discussion (FGD) Koordinasi dan Validasi Data Statistik Sektoral serta Sosialisasi Standar Pelayanan Statistik Terpadu, Kamis (12/2/2026), di Aula Puncak Tonang, Gedung BPS Kabupaten Pasaman, Lubuk Sikaping.

Bupati Welly menegaskan bahwa data berkualitas bukan sekadar pelengkap, melainkan elemen penting yang mendasari seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Ia mengingatkan seluruh perangkat daerah agar setiap kebijakan yang dibuat benar-benar berbasis fakta dan kebutuhan riil masyarakat.

“Data berkualitas adalah informasi utama dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembangunan. Keakuratan data harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Bupati, yang akrab disapa Da Pode.

Selain itu, Bupati memberikan apresiasi kepada jajaran BPS Pasaman atas komitmennya dalam memperkuat kapasitas daerah, terutama dalam pengelolaan statistik sektoral. Menurutnya, FGD ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kompetensi aparatur pemerintah dalam menghasilkan dan memanfaatkan data kredibel sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis bukti untuk mewujudkan program unggulan Pasaman Bangkit.

Meski begitu, Bupati mengakui masih ada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, perbedaan metodologi, serta koordinasi antar-perangkat daerah yang belum optimal. Oleh karena itu, pembinaan statistik sektoral diharapkan dapat menciptakan kesamaan persepsi dan memperkuat sinergi di seluruh OPD.

Bupati juga menyoroti Program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) yang digagas BPS sebagai upaya strategis meningkatkan literasi statistik hingga tingkat Nagari dan Kejorongan. Ia mengajak peserta memanfaatkan FGD sebagai wadah kolaborasi untuk membangun ekosistem data yang transparan, terpercaya, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik.

Sementara itu, Kepala BPS Pasaman, Nita Andriani, menjelaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan guna memperkuat kapasitas OPD dalam mengelola statistik sektoral. “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah konkret memperkuat koordinasi agar setiap OPD mampu menghasilkan dan memanfaatkan data sesuai standar yang berlaku,” ujarnya.

Nita juga menekankan pentingnya penerapan standar pelayanan publik berbasis data serta sinergi lintas sektor untuk mendukung keterpaduan data pembangunan. Selain itu, BPS Pasaman akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 pada Mei hingga Juni mendatang, yang memerlukan dukungan penuh seluruh pihak.

Kegiatan FGD ini diisi dengan pemaparan tim OPD dan BPS, diskusi kelompok, serta tindak lanjut pembinaan statistik sektoral di masing-masing OPD. Sosialisasi standar pelayanan statistik terpadu juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama BPS Kabupaten Pasaman, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Bappeda Pasaman, sebagai wujud komitmen meningkatkan tata kelola data sektoral yang terintegrasi dan berstandar nasional.

Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Bupati H. Parulian, Asisten I Bidang Pemerintahan Asrial Arfandi Hasan, Asisten III Bidang Administrasi Umum Roichad, Kepala Dinas Kominfo Fatrizon, Kepala Dinas Pendidikan Muslim, Kepala BKPSDM Deswin Adia Putra, jajaran OPD, instansi vertikal, perbankan, BUMD/BUMN, serta perguruan tinggi.

Melalui forum ini, diharapkan sistem pengelolaan statistik sektoral Kabupaten Pasaman semakin tertata, terintegrasi, dan menjadi acuan utama dalam pengambilan keputusan strategis pemerintah daerah untuk mewujudkan program unggulan Pasaman Bangkit.(St.M)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update