Pasaman, Rakyatterkini.com – Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan bahwa Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial rutin semata. Forum ini harus menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah pembangunan daerah yang benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Welly Suhery saat membuka Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting tingkat Kecamatan Padang Gelugur. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Padang Gelugur, Selasa (10/2/2025).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan peran penting Musrenbang sebagai instrumen perencanaan yang memastikan program pembangunan pemerintah tepat sasaran. Ia meminta seluruh kecamatan dan nagari agar mampu menyusun usulan pembangunan tahun 2026 berdasarkan skala prioritas yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar keinginan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah menuntut aparatur di tingkat kecamatan dan nagari untuk bersikap cermat, objektif, serta bertanggung jawab dalam menetapkan prioritas program. Alokasi anggaran harus difokuskan pada kepentingan publik yang paling mendesak dan berdampak luas.
Bupati juga mengingatkan pentingnya proses penyaringan usulan yang bersumber dari Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah (DURKP) nagari. Usulan yang masuk ke tingkat kecamatan harus merupakan hasil akumulasi kebutuhan masyarakat yang telah melalui kajian dan seleksi, sehingga pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal.
“Dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki, penentuan skala prioritas menjadi kunci agar pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak melenceng dari tujuan awal,” ujarnya.
Selain itu, Welly Suhery menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman untuk terus mendorong pengembangan potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, hingga pemanfaatan energi panas bumi. Ia berharap aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui Musrenbang dapat diselaraskan dengan program unggulan daerah guna mewujudkan visi Pasaman Bangkit yang maju dan berkelanjutan.
“Setiap usulan yang lahir dari bawah harus mencerminkan kebutuhan riil warga. Melalui Musrenbang ini, kita menyatukan visi besar daerah dengan kondisi di lapangan agar pembangunan berjalan merata dan tidak ada wilayah yang tertinggal,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam proses perencanaan pembangunan, khususnya pada pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan.
Musrenbang ini dihadiri oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Salamat Simamora, para asisten, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Bappeda Silfia Evayanti, para camat se-Kabupaten Pasaman, serta wali nagari se-Kecamatan Padang Gelugur. Hadir pula unsur KUA, kepala sekolah, tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, dan alim ulama.
Sesuai jadwal yang ditetapkan Bappeda Kabupaten Pasaman, rangkaian Musrenbang kecamatan akan berlangsung hingga 12 Februari 2026. Forum ini menjadi tahapan penting dalam merumuskan prioritas pembangunan daerah untuk tahun anggaran 2027.
Musrenbang berfungsi sebagai ruang penyelarasan dan klarifikasi usulan nagari agar selaras dengan prioritas pembangunan di tingkat kecamatan. Peserta forum terdiri dari unsur pemerintah kecamatan, anggota DPRD dari daerah pemilihan terkait, serta delegasi nagari yang mewakili unsur pemerintah dan masyarakat.(St.M)


