Padang, Rakyatterkini.com – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang meningkatkan pengawasan pangan selama bulan suci Ramadan untuk memastikan keamanan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat Sumatera Barat.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipatif terhadap potensi peredaran pangan bermasalah yang cenderung meningkat selama Ramadan. Pengawasan dilakukan secara terpadu bersama pemerintah kabupaten dan kota, mulai dari distributor hingga pedagang ritel.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Intensifikasi Pengawasan Pangan yang digagas oleh Badan POM. Kepala BBPOM Padang, Martin Suhendri, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara bertahap melalui empat “termen” yang mencakup seluruh rantai distribusi pangan.
“Pengawasan kami dijalankan bertahap atau istilahnya termen. Ada empat tahap, mulai dari distributor sampai ke tingkat ritel,” ujar Martin, Selasa (3/2/2026).
Pada minggu pertama Ramadan, fokus pengawasan ditujukan pada distributor untuk mencegah penumpukan barang dan mengantisipasi peredaran produk pangan bermasalah sejak hulu distribusi. “Di tingkat distributor, kami memeriksa kemungkinan penumpukan barang, produk kedaluwarsa, barang ilegal, dan hal lain yang berpotensi merugikan masyarakat,” jelasnya.
Selain distributor, BBPOM Padang juga mengawasi jajanan dan takjil Ramadan di berbagai wilayah. Pengawasan ini melibatkan pemerintah daerah setempat untuk memastikan pangan yang dijual aman bagi konsumen.
Untuk pengawasan takjil, BBPOM menurunkan mobil laboratorium keliling guna menguji sampel langsung di lokasi penjualan. “Jika ditemukan masalah, pemerintah kabupaten dan kota akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan masing-masing,” tambah Martin.
Tindak lanjut hasil pengawasan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 41 dan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2017 tentang perlindungan konsumen dan pengawasan pangan.(da*)


