Padang, Rakyatterkini.com – Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Padang, Martin Suhendri, mengungkapkan tren keamanan pangan di Sumatera Barat menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Saat ini, di Kota Padang terdapat sekitar 20–25 sampel makanan yang tengah diuji di lapangan.
Pada 2025, BBPOM mencatat empat kasus pelanggaran, termasuk penggunaan pewarna tekstil Rhodamin B. Namun, tahun ini pengawasan berjalan lebih baik berkat kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perdagangan.
Untuk memperkuat pengawasan, BBPOM menurunkan mobil laboratorium keliling yang mampu menguji sampel secara langsung di pusat kuliner dan pasar takjil. Selain itu, mereka telah memeriksa 26 sarana distribusi, mulai dari toko ritel hingga distributor.
Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, BBPOM juga menggelar inspeksi terhadap parsel dan makanan bingkisan untuk memastikan tidak mengandung bahan berbahaya. Pelaku usaha diingatkan agar mencantumkan tanggal kedaluwarsa minimal tiga minggu setelah Lebaran. Masyarakat pun dihimbau selalu memperhatikan kemasan, label, izin edar, dan masa kedaluwarsa produk.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyambut positif langkah BBPOM ini. Menurutnya, pengawasan makanan dan minuman di pasar takjil menjadi bentuk perlindungan pemerintah sehingga warga dapat menikmati hidangan berbuka dengan aman.(da*)


