Jakarta, Rakyatterkini.com – Banjir di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terus meluas hingga Jumat (13/2/2026) siang. Luapan sungai akibat hujan deras kini merendam ribuan rumah di tujuh kecamatan, dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.
Di Desa Pangarengan, Kecamatan Pangenan, luapan Sungai Singaraja menyebabkan tanggul jebol. Air yang deras langsung menerjang pemukiman warga, bahkan di beberapa titik ketinggiannya mencapai 1,2 meter.
Sebelumnya banjir tercatat hanya merendam enam kecamatan. Namun data terbaru menunjukkan wilayah terdampak kini meluas mencakup Waled, Lemahabang, Astanajapura, Gunung Jati, Plered, Losari, dan Pangenan.
Kedatangan air yang mendadak pada malam hari membuat warga panik. Banyak yang tidak sempat menyelamatkan harta benda karena air naik dalam hitungan menit.
"Air datang tiba-tiba malam tadi. Kami tidak sempat memindahkan barang-barang, semuanya ikut terendam," ujar Warto, warga Desa Pangarengan.
Banjir kali ini dipicu tidak hanya oleh hujan lokal yang intens, tetapi juga akumulasi luapan sungai besar dari wilayah hulu di Kabupaten Kuningan yang mengalir ke Cirebon.
Meski ribuan rumah sudah terendam berjam-jam, bantuan belum terlihat sampai ke titik pengungsian maupun rumah-rumah yang terisolasi. Kekhawatiran warga meningkat karena cuaca di Cirebon dan Kuningan masih mendung tebal dengan potensi hujan tinggi.
Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh agar bencana berulang ini dapat segera diatasi.(da*)


