Padang, Rakyatterkini.com – Perubahan pola pikir birokrasi mulai menunjukkan wujud nyata di Kota Padang. Arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menegaskan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong di lingkungan aparatur negara, langsung ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
Di Kecamatan Nanggalo, instruksi tersebut tidak berhenti sebagai dokumen administratif. Pemerintah kecamatan memilih menerjemahkannya ke dalam aksi konkret yang menyentuh langsung ruang pelayanan publik.
Rabu pagi (11/2/2026), suasana Kantor Camat Nanggalo tampak berbeda dari biasanya. Tidak ada jarak hierarkis yang kaku. Camat, lurah, hingga staf pelaksana bahu-membahu memegang peralatan kebersihan. Mereka membersihkan halaman, menata lingkungan, dan memperindah area kantor dengan satu tujuan: menciptakan lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan ramah bagi masyarakat.
Gerakan ini berangkat dari penegasan Presiden Prabowo bahwa kebersihan dan kerapian kantor pemerintah mencerminkan kualitas pelayanan kepada publik. Presiden juga menekankan bahwa gotong royong harus kembali menjadi karakter bangsa, dimulai dari keteladanan aparatur negara.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Wali Kota Padang menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk camat dan lurah, untuk membiasakan kegiatan gotong royong secara rutin sebelum jam pelayanan dimulai.
Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, bergerak cepat menindaklanjuti instruksi itu. Bersama Sekretaris Kecamatan Mimin Halida, ia mengoordinasikan 73 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari tingkat kecamatan hingga kelurahan se-Kecamatan Nanggalo untuk terlibat dalam kegiatan perdana tersebut.
Menurut Amrizal, kegiatan ini tidak sekadar bersih-bersih lingkungan. Aksi tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung Misi Kelima Pemerintah Kota Padang, yakni pembangunan dan revitalisasi sarana serta prasarana umum yang hijau, tertata, dan berkualitas.
“Melalui arahan Bapak Wali Kota Padang, kami di tingkat kecamatan siap menggerakkan seluruh elemen, mulai dari kelurahan, RT, RW, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga dan merevitalisasi fasilitas umum agar semakin hijau, bersih, dan berkualitas,” ujar Amrizal di sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa kantor camat dan fasilitas publik di sekitarnya merupakan wajah pemerintah di mata masyarakat. Lingkungan yang kumuh, menurutnya, berpotensi menurunkan kepercayaan publik, sementara lingkungan yang bersih dan tertata akan menumbuhkan rasa nyaman.
“Kami ingin pelayanan publik tidak hanya baik secara administrasi, tetapi juga didukung oleh lingkungan yang sehat dan nyaman. Kebersihan adalah cerminan dari integritas pelayanan,” tambahnya.
Semangat gotong royong di Nanggalo semakin kuat berkat dukungan lintas OPD. Pemerintah kecamatan berkolaborasi dengan sejumlah dinas teknis untuk memaksimalkan hasil kegiatan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang menurunkan tim untuk memangkas pohon-pohon mati yang berpotensi membahayakan keselamatan. DLH juga menyalurkan 200 bibit bunga guna memperindah kawasan kantor dan ruang publik di sekitarnya.
Dukungan juga datang dari Dinas Pertanian Kota Padang melalui penyaluran dua bibit durian varietas bontong dan empat bibit alpukat unggul. Bibit tersebut langsung ditanam di area produktif kecamatan sebagai simbol penghijauan yang bernilai ekologis sekaligus ekonomis.
Amrizal mengapresiasi kolaborasi lintas sektor tersebut. Menurutnya, sinergi ini membuktikan bahwa kepentingan sektoral dapat disatukan demi tujuan bersama.
“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, kami berharap wilayah Nanggalo semakin tertata, indah, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Kolaborasi dengan DLH dan Dinas Pertanian menjadi bukti bahwa pekerjaan akan lebih efektif jika dilakukan bersama,” tutupnya.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Nanggalo berkomitmen menjadikan gotong royong sebagai budaya kerja berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.(da*)


