Pariaman, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Sumatera Barat, mencatat bahwa pada 2026 pemerintah provinsi dan pemerintah pusat menangani tiga titik terdampak bencana hidrometeorologi di sepanjang aliran Sungai Batang Mangor.
Bencana tersebut terjadi pada penghujung 2025 dan berdampak pada sejumlah wilayah permukiman serta lahan warga.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan Kota Pariaman, Riko Jamal, menjelaskan bahwa penanganan awal dilakukan melalui normalisasi Sungai Batang Mangor di Desa Rambai oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
“Normalisasi sungai di Desa Rambai telah dilaksanakan oleh pemerintah provinsi dengan dukungan tenaga masyarakat setempat, dan saat ini pengerjaannya sudah rampung,” ujar Riko di Pariaman, Selasa.
Ia mengungkapkan, bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan alur Sungai Batang Mangor berubah arah sehingga menghantam ladang pertanian dan rumah warga. Untuk mengembalikan aliran air ke jalur semula, normalisasi sungai dilakukan sejak pertengahan Januari 2026.
Riko menambahkan, Pemko Pariaman mengajukan bantuan kepada pemerintah provinsi lantaran keterbatasan peralatan untuk melakukan pengalihan arus sungai secara mandiri.
Selain Desa Rambai, dua lokasi lain yang terdampak berada di Desa Marunggi dan Desa Sunua. Penanganan di kedua wilayah tersebut akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V.
Di Desa Marunggi, derasnya aliran sungai mengancam lahan pertanian warga sehingga akan dilakukan pemasangan batu bronjong sebagai upaya pengamanan. Sementara di Desa Sunua, pemasangan bronjong diperlukan karena arus sungai telah menggerus badan jalan di kawasan Waterfront City.
“Kondisi jalan saat ini sudah terkikis air hingga sekitar setengah badan jalan,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kontrak pekerjaan telah ditandatangani, dan pihak pelaksana telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Rambai, Kecamatan Pariaman Selatan, Hendri Saputra, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Ia turut mengapresiasi semangat gotong royong warga yang terlibat langsung dalam penguatan tanggul penahan air agar aliran sungai tidak kembali mengarah ke permukiman. Dukungan juga datang dari para perantau asal Pariaman, sehingga seluruh proses penanganan dapat berjalan dengan lancar.(da*)


