Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi titik penting untuk menghadirkan pola baru dalam tata kelola pemerintahan, bukan sekadar memindahkan pusat administrasi negara.
Menurutnya, proyek IKN membuka peluang merancang ulang cara pemerintah bekerja, mengambil keputusan, serta memberikan layanan publik yang lebih terhubung. Kualitas birokrasi yang berkembang di kawasan tersebut dinilai akan mencerminkan wajah peradaban Indonesia di masa mendatang.
Rini menggambarkan IKN sebagai ruang untuk membangun konsep smart governance sejak awal. Penerapan layanan berbagi pakai seperti shared office dan shared system diharapkan memperkuat kolaborasi antarlembaga, memaksimalkan penggunaan fasilitas bersama, serta mempercepat proses kerja agar lebih efisien.
Ia juga menekankan aparatur sipil negara yang bertugas di IKN harus siap menjadi motor perubahan. Para ASN dituntut mampu bekerja lintas sektor, mengelola potensi konflik kepentingan, menghadirkan layanan terintegrasi, serta menumbuhkan budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan dan hasil bersama.
Rini menyebut ASN di IKN berperan sebagai pelopor yang tidak hanya menata sistem, tetapi juga membangun fondasi tata kelola dan peradaban baru bagi birokrasi Indonesia. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan kota cerdas tersebut, termasuk melalui penguatan kompetensi digital dan pemahaman ekosistem teknologi pemerintahan masa depan.
Standar kemampuan digital yang terukur serta pemetaan kompetensi terintegrasi dinilai penting agar transformasi birokrasi di IKN dapat berlangsung berkelanjutan.
Sementara itu, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, berharap kehadiran Menpan RB menjadi dorongan semangat bagi para ASN yang bertugas di Nusantara untuk bersama-sama membangun tata kelola pemerintahan masa depan.(da*)


