Jakarta, Rakyatterkini.com – Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan kemungkinan serangan besar terhadap Iran setelah pembicaraan mengenai pembatasan program nuklir dan produksi rudal balistik negara itu belum menunjukkan kemajuan.
Sementara itu, militer AS telah mempercepat penempatan berbagai peralatan militer di kawasan Timur Tengah selama beberapa minggu terakhir, berdasarkan data dari sumber terbuka.
Penumpukan militer ini mencakup penerbangan pengawasan secara intensif serta pengiriman puluhan pesawat kargo C-17 dan C-5 yang menurunkan muatan di pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut. Berikut rincian kekuatan militer AS yang siap dikerahkan:
1. Gugus Tempur Kapal Induk
Kedatangan Gugus Tempur Kapal Induk U SS Abraham Lincoln di Laut Arab utara menjadi perubahan posisi militer paling signifikan. Gugus ini mencakup kapal induk, tiga kapal perusak berpeluru kendali, serta sayap udara yang terdiri dari pesawat F/A-18E Super Hornet, F-35C Lightning II, dan jet perang elektronik EA-18G Growler.
2. Kapal Perang
Selain gugus induk, terdapat tiga kapal perusak — USS Delbert D. Black, USS McFaul, dan USS Mitscher — yang beroperasi secara terpisah di kawasan tersebut. Tiga kapal tempur pesisir berbasis di Bahrain, yakni USS Santa Barbara, USS Canberra, dan USS Tulsa, dapat digunakan untuk operasi penyapuan ranjau jika Iran mengerahkan persenjataan serupa. Kapal perusak berpeluru kendali dapat meluncurkan puluhan rudal Tomahawk dengan jangkauan hingga 1.000 mil dan hulu ledak konvensional seberat 1.000 pon.
3. Sistem Rudal
Dalam beberapa hari terakhir, AS menempatkan sistem pertahanan udara tambahan, termasuk THAAD dan rudal Patriot, di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Sistem ini menjadi elemen penting untuk menangkis serangan balasan jika Iran menargetkan aset AS atau sekutu di kawasan tersebut.
4. Kapal Selam
Kelompok serang kapal induk biasanya didukung kapal selam serang yang juga mampu meluncurkan rudal Tomahawk, meski keberadaannya jarang diungkap ke publik.
5. Pangkalan Militer
Selain kapal induk sebagai pangkalan terapung, AS memiliki sejumlah pangkalan permanen di kawasan. Misalnya, jet E-11A yang tiba di Al Udeid berfungsi sebagai sistem relai komunikasi untuk mendukung operasi udara dan darat. Pesawat kargo modifikasi untuk misi pencarian dan penyelamatan serta skuadron F-15E Strike Eagle yang membawa bom berpemandu dan rudal udara-ke-permukaan juga dikerahkan sebagai bagian dari rotasi pasukan.
6. Drone dan Pengintai
Penerbangan pengawasan menggunakan drone dan pesawat RC-135 dilakukan hampir setiap hari, memantau Selat Hormuz dan Teluk Persia. Pesawat ini mampu mendeteksi puing radioaktif dan menganalisis sinyal elektromagnetik.
7. Pesawat Tanker
Setidaknya delapan pesawat tanker melintasi Atlantik dan mendarat di Pangkalan Udara Morón, Spanyol. Pesawat ini mengisi bahan bakar jet militer di udara dan mendukung beberapa pesawat kecil lainnya yang berperan dalam misi peperangan elektronik atau tempur.
Langkah-langkah ini mengikuti peringatan Trump yang menyatakan bahwa jika Iran menolak kesepakatan, serangan berikutnya akan jauh lebih berat dibandingkan serangan sebelumnya pada fasilitas nuklir Iran. Trump menekankan kesiapan dan kemampuan militer AS untuk bertindak cepat jika diperlukan.(da*)


