Notification

×

Iklan

3 Provinsi Catat Capaian Imunisasi di Atas 100 Persen

Kamis, 26 Februari 2026 | 21:36 WIB Last Updated 2026-02-26T14:47:56Z

Ilustrasi Imunisasi. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mempublikasikan data terbaru terkait cakupan imunisasi anak usia 12–23 bulan atau bawah dua tahun (baduta) sepanjang 2025. Secara nasional, angka imunisasi dasar lengkap mencapai 76,9 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 70 persen.

Direktur Pelayanan Kesehatan Keluarga Kemenkes, Lovely Daisy, menjelaskan bahwa indikator tersebut dihitung dari persentase anak usia 12–23 bulan yang telah memperoleh imunisasi dasar lengkap dalam kurun waktu satu tahun di masing-masing wilayah.

Dari total 4.521.051 anak yang menjadi sasaran imunisasi baduta di seluruh Indonesia, sebanyak 3.477.787 anak tercatat telah menerima imunisasi lengkap. Menurutnya, hasil ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta tenaga kesehatan di berbagai daerah.

Dalam pemaparan Data Publikasi Intervensi Stunting 2025 di Jakarta, Rabu (25/2/2026), Kemenkes juga menyoroti sejumlah provinsi dengan capaian sangat tinggi. Tiga daerah bahkan mencatatkan angka di atas 100 persen, yakni Banten (110,6 persen), Sumatra Selatan (100,9 persen), dan DKI Jakarta (100,7 persen).

Meski demikian, capaian yang melebihi 100 persen akan ditinjau ulang guna memastikan validitas data. Proses verifikasi diperlukan agar kesesuaian antara jumlah sasaran dan realisasi di lapangan benar-benar akurat.

Selain tiga provinsi tersebut, DI Yogyakarta juga berhasil melampaui target nasional. Pada level kabupaten/kota, Kota Salatiga menjadi satu-satunya daerah yang mencatat cakupan sempurna, yakni 100 persen. Keberhasilan ini dinilai sebagai praktik baik dalam penguatan layanan imunisasi rutin.

Beberapa daerah lain juga mencatat capaian tinggi, di atas 97 persen, di antaranya Kota Madiun (99,9 persen), Kabupaten Humbang Hasundutan (99,6 persen), Kabupaten Pandeglang (99,6 persen), Kabupaten Ogan Komering Ilir (99,3 persen), Kota Bekasi (99,1 persen), dan Kota Jakarta Timur (97,7 persen).

Lovely menyebut, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa sinergi yang solid antara fasilitas layanan kesehatan, pemerintah daerah, dan kader di tingkat masyarakat mampu mendorong keberhasilan program imunisasi.

Namun demikian, Kemenkes menekankan pentingnya pemerataan layanan. Meski angka nasional telah melampaui target, masih terdapat 22 provinsi yang belum mencapai ambang 70 persen. Beberapa wilayah dengan capaian terendah antara lain Papua Pegunungan (3,9 persen), Papua Tengah (16,2 persen), dan Aceh (18,9 persen).

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh perlindungan dasar melalui imunisasi. Lovely menegaskan bahwa keberhasilan nasional tidak boleh menutupi kesenjangan antarwilayah.

Ke depan, Kemenkes akan memperkuat strategi berbasis ketersediaan stok dan distribusi logistik vaksin hingga tingkat kabupaten dan kota. Langkah ini bertujuan memastikan tidak terjadi hambatan pasokan yang dapat mengganggu pelayanan imunisasi.

Upaya tersebut mencakup pemantauan distribusi vaksin, penguatan sistem pencatatan dan pelaporan, serta koordinasi lintas sektor agar setiap anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal.

Dengan capaian 76,9 persen pada 2025, pemerintah optimistis target nasional dapat terus dijaga bahkan ditingkatkan melalui strategi pemerataan dan penguatan layanan di daerah dengan cakupan rendah.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update