Notification

×

Iklan

Wali Kota Pariaman Tegur Siswa Terlibat Perkelahian di SMPN 7

Rabu, 21 Januari 2026 | 06:16 WIB Last Updated 2026-01-21T00:33:18Z

Wali Kota Pariaman, Yota Balad bergerak cepat menyikapi perkelahian siswa SMP.

Pariaman, Rakyatterkini.com — Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bergerak cepat menyikapi beredarnya video perkelahian yang melibatkan siswa SMP Negeri 7 Kota Pariaman dan terjadi setelah jam pulang sekolah. 

Pada Senin (19/1/2025), ia mendatangi sekolah tersebut untuk bertemu langsung dengan para siswa yang terlibat bersama orang tua masing-masing.

Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Hertati Taher, unsur Polres Pariaman, Kodim 0308 Pariaman, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman.

Dalam arahannya, Yota Balad menekankan pentingnya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran agar tidak terulang kembali, baik oleh siswa yang terlibat maupun pelajar lainnya di Kota Pariaman. 

Menurutnya, aksi perkelahian tidak hanya mencoreng nama baik sekolah dan orang tua, tetapi juga berdampak buruk terhadap tatanan sosial serta masa depan para siswa.

Ia juga menyoroti penyebaran video perkelahian di media sosial yang dinilainya sebagai tindakan tidak pantas. 

“Mengunggah perkelahian ke media sosial bukan sesuatu yang layak dibanggakan. Anak-anak harus memahami bahwa perbuatan tersebut melanggar hukum, tidak beretika, dan bertentangan dengan nilai-nilai agama,” tegas Yota Balad di hadapan para siswa.

Wali kota mengajak seluruh pelajar untuk berkomitmen menjauhi perilaku yang menyimpang dari norma dan nilai kehidupan. Ia mendorong para siswa mengisi waktu luang dengan kegiatan positif yang mampu mengharumkan nama sekolah, keluarga, dan daerah melalui prestasi.

Pada kesempatan tersebut, dua siswa yang terlibat perkelahian menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Keduanya mengakui kesalahan dan berjanji di hadapan wali kota, para guru, serta orang tua untuk tidak mengulangi tindakan serupa.

Selain itu, Yota Balad menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pariaman agar meningkatkan pengawasan dan evaluasi terhadap aktivitas pelajar di luar jam sekolah. Ia menegaskan, Pemerintah Kota Pariaman tidak akan mentolerir siswa berseragam sekolah yang masih berkeliaran setelah waktu pulang.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi yang pertama dan terakhir. Pemerintah daerah, kata Yota, akan mengambil langkah tegas jika kembali ditemukan pelajar yang terlibat perkelahian, membuat keributan, atau melakukan perbuatan yang melanggar norma kesusilaan.

“Kita berharap tidak ada lagi siswa di Kota Pariaman yang melakukan hal-hal di luar batas yang kita inginkan bersama,” pungkasnya. (suger)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update